Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung Ramai Diziarahi, Ini Kisah Dakwah dan Karomahnya di Bumi Ngrowo

Dyah Wulandari • Senin, 16 Februari 2026 | 19:01 WIB

Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung ramai diziarahi, lengkap kisah dakwah, karomah, dan jejak sejarahnya.
Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung ramai diziarahi, lengkap kisah dakwah, karomah, dan jejak sejarahnya.

JAKARTA - Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung menjadi salah satu destinasi wisata religi yang tak pernah sepi peziarah. Berlokasi di Dusun Srigading, Desa Bulurejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, makam ulama besar ini selalu ramai dikunjungi, baik warga lokal maupun musafir dari luar kota.

Di depan makam Syekh Basyaruddin terdapat area pemakaman umum serta sebuah langgar atau surau kecil yang menjadi penanda kuat jejak dakwahnya. Hingga kini, Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung dikenal sebagai tempat bermunajat dan berdoa, terutama pada malam-malam tertentu seperti Jumat Legi.

Keturunan Ulama Ponorogo, Hijrah ke Tulungagung

Dalam sejumlah riwayat, Syekh Basyaruddin disebut sebagai keturunan Syekh Abdurrahman bin Syekh Abdul Mursyad bin Muhammad Hasan Basri dari Ponorogo. Ia kemudian berhijrah dari Ponorogo ke Tulungagung untuk menyiarkan ajaran Islam.
Baca Juga: 9 Makam Keramat di Tulungagung yang Paling Diziarahi, dari Gunung Budek hingga Pantai Popoh

Di tanah yang dulu dikenal sebagai Bumi Ngrowo—nama lama Kabupaten Tulungagung—Syekh Basyaruddin mendirikan surau atau langgar kecil sebagai pusat dakwah. Dari tempat sederhana itulah ajaran Islam disebarkan kepada masyarakat sekitar.

Perjalanan dakwahnya menjadikan Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung sebagai salah satu situs penting dalam sejarah perkembangan Islam di wilayah selatan Jawa Timur.

Kisah Mujahadah di Atas Pohon Bambu

Salah satu kisah yang paling dikenal dari Syekh Basyaruddin adalah laku spiritualnya saat muda. Dalam bermujahadah, ia disebut sering beristirahat di atas pohon bambu yang berada di atas aliran sungai.

Baca Juga: Sejarah Tulungagung dan Asal Usul Namanya, Terungkap dari Prasasti 125 M hingga Legenda Joko Baru yang Melegenda

Jika tertidur terlalu lelap, tubuhnya akan terjatuh ke sungai sehingga ia kembali terbangun. Cara tersebut diyakini sebagai bentuk disiplin spiritual agar tidak terlena dalam tidur dan tetap menjaga kekhusyukan ibadah.

Cerita lain yang berkembang di masyarakat adalah karomahnya saat hendak mengambil buah kelapa. Konon, ia hanya perlu menunjuk pohon kelapa dan pohon tersebut akan merunduk, sehingga ia bisa memetik buah tanpa harus memanjat. Kisah-kisah ini menjadi bagian dari tradisi lisan yang memperkuat keyakinan masyarakat terhadap kewalian beliau.

Guru Para Bupati Awal Tulungagung

Tak hanya dikenal sebagai pendakwah, Syekh Basyaruddin juga disebut sebagai guru dari tiga bupati pertama Tulungagung, yakni Ngabehi Mangundirono Tondowidjojo dan Raden Mas Mangkunegoro.

Baca Juga: Daftar Makam Waliyullah di Tulungagung yang Wajib Diziarahi, Lengkap Nama dan Lokasinya

Makam para tokoh tersebut berada di sekitar kompleks makam Syekh Basyaruddin, meski berada di bangunan tertutup dan terkunci. Kedekatan ini semakin menegaskan peran sentral Syekh Basyaruddin dalam sejarah pemerintahan awal Tulungagung.

Ia menyiarkan Islam hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di wilayah selatan area yang dikenal masyarakat sekitar sebagai Erekan Gunung Puluh, tepat di tepi aliran sungai.

Ramai Peziarah dari Berbagai Daerah

Hingga kini, Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung selalu ramai peziarah. Tak hanya warga Tulungagung, sejumlah musafir dari Ponorogo dan daerah lain juga datang untuk berdoa dan mengenang perjuangan dakwahnya.

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Joko Widodo Memanas, Pelapor Tolak SP3 dan Desak P21 Segera Rampung Sebelum Ramadan

Tradisi ziarah ini menjadi bagian dari budaya religi masyarakat setempat. Selain untuk mendoakan, banyak peziarah datang untuk mengambil hikmah dari keteladanan hidup Syekh Basyaruddin yang dikenal sederhana, tekun beribadah, dan konsisten berdakwah.

Keberadaan makam ini sekaligus menjadi bukti kuat bahwa Tulungagung memiliki jejak sejarah Islam yang panjang. Bagi masyarakat, ziarah bukan sekadar ritual, melainkan cara menjaga ingatan kolektif atas peran ulama dalam membangun peradaban di Bumi Ngrowo.

Editor : Dyah Wulandari
#Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung #ziarah #sejarah islam #ulama #Wisata religi Tulungagung