Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Weton Tiboloro Disebut Penuh Ujian di Awal Hidup, Ini 6 Weton yang Justru Diprediksi Kaya Raya di Usia Emas

Izahra Nurrafidah • Rabu, 18 Februari 2026 | 21:15 WIB

Weton Tiboloro Disebut Penuh Ujian di Awal Hidup, Ini 6 Weton yang Justru Diprediksi Kaya Raya di Usia Emas
Weton Tiboloro Disebut Penuh Ujian di Awal Hidup, Ini 6 Weton yang Justru Diprediksi Kaya Raya di Usia Emas

TULUNGAGUNG - Istilah weton tiboloro kerap membuat banyak orang waswas. Label ini sering dimaknai sebagai weton yang mengalami jatuh bangun, kegagalan berulang, bahkan kesulitan finansial di awal kehidupan. Namun menurut kajian Primbon Jawa, weton tiboloro justru menyimpan peta rahasia menuju kekayaan dan kehormatan di usia matang.

Pembahasan ini diulas dalam kanal YouTube Suluk Weton, yang menekankan bahwa tiboloro bukan kutukan, melainkan fase penempaan sebelum seseorang mencapai tibo sugih atau tibo luhur. Artinya, penderitaan di awal hidup diyakini sebagai persiapan menuju kejayaan besar di masa depan.

Dalam Primbon Jawa, weton tiboloro merujuk pada individu yang mengalami ujian berat sejak muda, baik dalam bentuk kegagalan usaha, karier yang terhambat, maupun masalah ekonomi. Namun pola ini dipercaya sebagai proses pemurnian mental dan spiritual sebelum rezeki besar benar-benar menetap.

Makna Weton Tiboloro dalam Primbon Jawa

Secara harfiah, tiboloro berarti “jatuh dan sakit”. Dalam konteks rezeki, istilah ini tidak selalu berkaitan dengan kesehatan fisik, melainkan kegagalan finansial atau keterpurukan hidup. Meski terdengar negatif, Primbon Jawa mengajarkan bahwa setiap tiboloro adalah gerbang menuju tibo sugih, asalkan dijalani dengan kesabaran dan keteguhan batin.

Kajian ini membagi enam weton tiboloro ke dalam dua kelompok besar berdasarkan jumlah neptu, yakni neptu 9 dan neptu 14. Masing-masing memiliki pola waktu rezeki dan ujian yang berbeda.

Kelompok Neptu 9: Rezeki Abadi Setelah Ujian Panjang

Kelompok neptu 9 hanya terdiri dari dua weton, yaitu Senin Legi dan Minggu Wage. Meski neptunya tergolong kecil, keduanya memiliki naungan rezeki yang besar dan bersifat jangka panjang.

Weton ini berada di bawah pengaruh Ginuron Keringan, yang berarti disegani dan dihormati, serta Waseso Segoro, simbol rezeki luas seperti lautan. Selain itu, ada naungan Dadi Kayu, menandakan kekayaan stabil dan bisa diwariskan.

Fase emas pertama Senin Legi dan Minggu Wage biasanya muncul pada usia 24–30 tahun. Namun, mereka harus waspada pada fase ujian berat kedua di usia 42–48 tahun. Jika mampu melewati fase ini, kehidupan finansial diyakini stabil hingga akhir hayat.

Kelompok Neptu 14: Sukses Lebih Cepat, Ujian Lebih Tajam

Kelompok neptu 14 terdiri dari Minggu Paing, Rabu Pon, Jumat Kliwon, dan Sabtu Legi. Weton ini memiliki energi besar dengan keberuntungan yang datang lebih cepat, namun fluktuasi hidupnya juga ekstrem.

Keempatnya berada di bawah naungan Nohan Rembulan, simbol hoki besar yang datang tiba-tiba. Namun energi ini sangat sensitif terhadap niat dan kebersihan hati. Oleh sebab itu, fase tiboloro di awal hidup berfungsi sebagai pembersihan mental dan spiritual.

Masing-masing weton neptu 14 memiliki ciri tambahan. Rabu Pon dinaungi Satrio Wibowo, identik dengan jabatan dan kehormatan. Sabtu Legi berada di bawah Sumur Sinaba, simbol pengayom dan pemimpin bijaksana. Sementara Jumat Kliwon memiliki Tunggak Semi, pertanda rezeki yang selalu tumbuh kembali meski sempat runtuh.

Kelancaran rezeki awal biasanya dirasakan di usia 24–25 tahun. Namun fase paling krusial terjadi pada usia 30–36 tahun. Jika mampu bertahan, setelah usia 36 tahun ke atas rezeki cenderung stabil dan mencapai puncak kematangan finansial.

Kunci Menghadapi Fase Tiboloro

Primbon Jawa menegaskan bahwa kunci utama weton tiboloro bukan menghindari kesulitan, melainkan memahami bahwa ujian adalah bagian dari proses menuju kemakmuran. Sedekah, kesabaran, dan peningkatan spiritual diyakini menjadi pengaman utama agar rezeki tidak kembali runtuh.

Weton hanyalah peta energi, bukan takdir mutlak. Dengan ikhtiar dan keimanan, fase tiboloro justru dapat menjadi fondasi kuat menuju kehidupan yang mapan dan bermartabat.

Editor : Izahra Nurrafidah
#rezeki weton #Primbon Jawa #weton tiboloro #weton neptu 9 dan 14 #Suluk weton