Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Legenda Leak Bali dan Randa Penguasa Ilmu Hitam, Dendam Berdarah hingga Wabah Mematikan di Desa

Edo Trianto • Senin, 23 Februari 2026 | 20:05 WIB

Legenda Leak Bali dan Randa Penguasa Ilmu Hitam, Dendam Berdarah hingga Wabah Mematikan di Desa
Legenda Leak Bali dan Randa Penguasa Ilmu Hitam, Dendam Berdarah hingga Wabah Mematikan di Desa

RADAR TULUNGAGUNG - Legenda Leak Bali kembali mencuat lewat kisah dramatis tentang Randa, seorang janda yang ditinggal mati suaminya dan memilih menempuh jalan ilmu hitam demi membalas dendam. Cerita ini menjadi salah satu versi populer dalam narasi panjang legenda Leak Bali yang berkembang di tengah masyarakat.

Legenda Leak Bali kerap dikaitkan dengan praktik ilmu kebatinan, sihir, hingga wabah misterius yang melanda sebuah desa. Dalam kisah ini, leak bukan sekadar makhluk menyeramkan, melainkan hasil dari ajian pengleakan yang diwariskan melalui lontar-lontar sakral.

Duka dan Awal Dendam

Randa diceritakan baru saja kehilangan suaminya secara mendadak. Ia meyakini kematian itu bukan hal biasa, melainkan akibat ilmu hitam. Seluruh hartanya habis untuk upacara ngaben sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus permohonan kepada para dewa agar keadilan ditegakkan.

Di tengah hujan malam, Randa bersama putrinya, Ratna, meninggalkan rumah untuk mencari ilmu demi membalaskan dendam. Bertahun-tahun kemudian, mereka kembali ke desa. Rumah yang lama ditinggalkan tampak kembali bersih hanya dalam semalam—diduga karena kekuatan sihir yang telah dikuasai Randa.

Kembalinya Randa memicu keresahan warga. Ia pernah dianggap aib karena menolak melakukan ritual bakar diri mengikuti suami, yang pada masa itu diyakini sebagai bentuk kesetiaan. Ditambah lagi, desas-desus tentang kesaktiannya membuat warga semakin takut.

Ratna dan Bisma, Awal Petaka

Di sisi lain, kecantikan Ratna memikat para pemuda desa. Namun mereka mundur ketakutan saat melihat Randa berubah wujud menjadi sosok menyeramkan. Randa memang kerap menguji siapa pun yang mendekat.

Seorang pemuda bernama Bisma datang dari desa seberang. Ia mengaku ingin mengabdi karena pernah ditolong mendiang suami Randa. Setelah melalui ujian, Bisma diterima dan diajari ilmu sihir.

Tak lama kemudian, Randa mengetahui dalang di balik kematian suaminya: para pengelola rumah judi yang merasa tertipu. Mereka menyewa dukun untuk meracuni suaminya. Randa pun menjalankan rencana balas dendam.

Bisma diberi sabuk sihir yang membuatnya menjelma menjadi kera. Dalam kendali kekuatan gaib Randa, ia membakar rumah judi hingga tak seorang pun selamat. Peristiwa itu menjadi awal teror di desa.

Baca Juga: Momen Lucu dan Inspiratif di SPN Lido: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imron Tertawa Bersama Siswa Bintara

Wabah dan Ritual Darah

Kepala dusun bersama para dukun mencoba melawan, namun dengan mudah dilumpuhkan. Randa yang murka menyebarkan wabah mematikan. Banyak warga meninggal setiap hari.

Dalam versi legenda Leak Bali ini, Randa mulai memakan jasad dan meminum darah sebagai ritual mempertajam ilmu hitamnya. Warga yang ketakutan justru datang meminta kesembuhan dan akhirnya menjadi pengikutnya.

Ratna yang tidak setuju mencoba menasihati ibunya. Ia percaya sang ibu telah dikuasai ilmu hitam. Namun Randa merasa tindakannya dilindungi oleh kekuatan dewata. Konflik batin Ratna memuncak ketika ia hanya bisa berdoa agar ibunya dibebaskan dari cengkeraman sihir.

Kedatangan Begawan dan Akhir Ilmu Hitam

Doa Ratna akhirnya sampai kepada seorang pertapa sakti bernama Begawan Barada. Ia menjadi satu dari sedikit orang yang mampu menembus tabir gaib Randa.

Begawan Barada menyatakan bahwa ilmu yang dipelajari Randa berasal dari kitab yang sama dengannya, namun telah diselewengkan menjadi ajaran jahat. Pertarungan pun tak terhindarkan.

Dalam akhir kisah, Randa berhasil dikalahkan. Meski raganya mati, ia digambarkan “mati tapi hidup” karena ilmu hitamnya sudah mengakar. Begawan kemudian melakukan ritual pencabutan ajaran hitam agar Randa bisa wafat dengan sempurna. Wabah pun berhenti.

Namun, para pengikut Randa melarikan diri sambil membawa lontar ajaran sihir yang telah direkayasa. Dari sanalah, menurut cerita rakyat, berkembang ajaran yang kemudian dikenal sebagai leak.

Legenda Leak Bali ini memperlihatkan bagaimana dendam, kekuasaan, dan penyalahgunaan ilmu spiritual bisa berujung petaka. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, cerita ini tetap hidup sebagai bagian dari tradisi lisan dan kebudayaan Bali.

 

 

Editor : Edo Trianto
#leak bali #asal usul #kisah #calonarang #bali