RADAR TULUNGAGUNG - Upaya menghidupkan kembali karya-karya maestro kendangan tayub Tulungagung, Yono Prawito, mulai dilakukan generasi muda.
Salah satunya datang dari Puguh Santoso, YouTuber asal Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel, Tulungagung.
Puguh mengaku tertarik untuk mengaransemen ulang lagu-lagu tayub ciptaan Yono Prawito agar kembali dikenal masyarakat luas.
Menurutnya, karya-karya tersebut memiliki nilai budaya yang tinggi dan layak kembali meramaikan belantika musik daerah.
“Saya ingin lagu-lagu tayub karya Mbah Yono Prawito bisa kembali dikenal semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap karya-karya tersebut tidak hanya dikenal di kalangan seniman tayub, tetapi juga bisa menjadi ciri khas musik daerah Tulungagung yang dikenal lebih luas.
Dalam proses penggarapannya, Puguh tidak bekerja sendiri.
Dia menggandeng sejumlah seniman muda Tulungagung, salah satunya Wahyu F Giri, untuk mengerjakan aransemen musik hingga produksi video.
Lagu-lagu tersebut akan dikemas ulang dengan konsep yang lebih segar namun tetap mempertahankan karakter musik tayub asli.
“Konsepnya tetap mempertahankan ruh musik tayub, tapi dikemas agar bisa dinikmati generasi sekarang,” jelasnya.
Tak hanya musik, Puguh juga sudah syuting video klip yang mengambil lokasi di sejumlah tempat di Tulungagung, salah satunya kawasan wisata Puncak Jowin, Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
Dia berharap visual yang menampilkan panorama daerah juga bisa menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan potensi wisata Tulungagung.
Puguh menegaskan, seluruh rencana penggarapan ulang lagu tersebut telah mendapat izin dari pihak keluarga atau ahli waris Yono Prawito.
“Semua kami lakukan dengan izin keluarga. Tujuannya memang untuk melestarikan karya beliau,” katanya.
Melalui proyek ini, Puguh juga berharap pihak-pihak terkait ikut tergerak untuk menyelamatkan dan mengarsipkan karya-karya tayub Tulungagungan.
Menurutnya, karya-karya tersebut merupakan bagian penting dari identitas budaya daerah yang perlu dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
“Harapannya lagu-lagu tayub Tulungagung tetap lestari dan terus melegenda,” pungkasnya. (mg3/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri