Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makna Dewa Ruci Terungkap, Kisah Bima Mencari Guru Sejati Ternyata Simbol Perjalanan Spiritual Manusia Menuju Tuhan

Muhamad Ahsanul Wildan • Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:24 WIB
Makna Dewa Ruci dan guru sejati dalam filsafat Jawa ternyata menyimpan pelajaran spiritual mendalam. (Ilustrasi Gemini AI)
Makna Dewa Ruci dan guru sejati dalam filsafat Jawa ternyata menyimpan pelajaran spiritual mendalam. (Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Kisah Dewa Ruci yang selama ini dikenal sebagai bagian dari pewayangan Jawa ternyata menyimpan pesan spiritual mendalam tentang pencarian guru sejati.

Dalam sebuah kajian filsafat Jawa, cerita Bima atau Werkudoro mencari air kehidupan dijelaskan sebagai simbol perjalanan manusia dalam menemukan hati nurani yang jernih dan dekat dengan Tuhan.

Dalam cerita tersebut, Werkudoro diperintahkan gurunya mencari banyu perwitasari atau air kehidupan.

Meski banyak pihak meyakini air tersebut tidak ada, Bima tetap menjalankan perintah gurunya dengan penuh keteguhan.

Perjalanan panjang itu dipenuhi berbagai rintangan. Ia harus menghadapi raksasa, menaklukkan naga laut, hingga akhirnya bertemu sosok Dewa Ruci yang memiliki wajah dan bentuk tubuh mirip dirinya sendiri.

Menurut pemateri, bagian inilah yang menjadi inti dari makna guru sejati dalam filsafat Jawa.

Dewa Ruci sebenarnya melambangkan diri manusia yang telah mencapai kejernihan batin dan terhubung dengan nilai-nilai ketuhanan.

Baca Juga: Siapa Veda Ega Pratama? Kisah Pembalap Muda Indonesia yang Mencuri Perhatian Dunia dan Digadang-Gadang Jadi Bintang Masa Depan

Simbol Perjalanan Spiritual

Perjalanan Bima tidak sekadar petualangan biasa. Setiap bagian cerita mengandung simbol-simbol spiritual yang menggambarkan proses penyucian diri manusia.

Gunung yang didaki melambangkan pengendalian diri. Hutan yang dilalui menggambarkan laku prihatin dan ketajaman batin. Sementara raksasa yang dihadapi merupakan simbol godaan duniawi berupa kekayaan, kemuliaan, dan kesenangan hidup.

Adapun naga laut yang menjadi lawan Bima dimaknai sebagai simbol hawa nafsu dan sifat buruk yang ada dalam diri manusia. Semua rintangan tersebut harus dikalahkan sebelum seseorang mampu menemukan guru sejatinya.

Dewa Ruci dan Hati Nurani

Puncak perjalanan terjadi ketika Bima bertemu Dewa Ruci. Sosok kecil tersebut meminta Bima masuk ke dalam dirinya untuk menemukan hakikat kehidupan.

Peristiwa ini ditafsirkan sebagai simbol bahwa kebenaran sejati tidak berada di luar diri manusia, melainkan di dalam hati nurani yang telah bersih.

Dalam filsafat Jawa, hati yang jernih akan mampu memantulkan cahaya ketuhanan. Dari sinilah muncul kemampuan membedakan benar dan salah secara lebih mendalam.

Kajian tersebut juga mengaitkan konsep ini dengan ajaran tasawuf yang menekankan pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, tirakat, serta olah roso sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Ciri Orang yang Menemukan Guru Sejati

Seseorang yang berhasil menemukan guru sejati diyakini akan memiliki karakter yang berbeda dari kebanyakan orang.

Mereka dikenal sebagai pribadi yang andap asor atau rendah hati meski memiliki ilmu tinggi. Selain itu, mereka bersikap sumeh atau ramah, penuh welas asih, dan tidak mudah menghakimi orang lain.

Orang yang telah menemukan guru sejati juga tidak mencari pujian, pengakuan, maupun popularitas. Kehidupannya sederhana, tetapi mampu memberikan ketenangan bagi lingkungan sekitar.

Dalam filsafat Jawa, kondisi tersebut disebut kewaskitaan. Yakni kemampuan memahami makna di balik peristiwa, memiliki intuisi yang tajam, serta selalu dekat dengan Tuhan.

Kajian ini menegaskan bahwa Dewa Ruci bukan sekadar cerita wayang, melainkan simbol perjalanan spiritual manusia. Pesan utamanya adalah bahwa guru sejati sesungguhnya berada dalam hati nurani yang telah dibersihkan melalui laku hidup, pengendalian diri, dan kedekatan kepada Tuhan.

Baca Juga: Siapa Veda Ega Pratama? Kisah Pembalap Muda Indonesia yang Mencuri Perhatian Dunia dan Digadang-Gadang Jadi Bintang Masa Depan

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#guru sejati #Dewa Ruci #Werkudoro #perjalanan spiritual #Filsafat Jawa