Radar Tulungagung- Pembahasan mengenai weton yang ditakuti dukun kembali menjadi perhatian masyarakat yang masih mengenal tradisi dan kepercayaan Primbon Jawa. Dalam berbagai cerita turun-temurun, ada beberapa weton yang dipercaya memiliki energi batin kuat sehingga dianggap sulit ditembus oleh gangguan negatif seperti santet, guna-guna, maupun kiriman energi buruk.
Kepercayaan tentang weton sakti dalam primbon Jawa memang sudah berkembang sejak zaman leluhur. Weton sendiri merupakan perhitungan hari kelahiran seseorang berdasarkan perpaduan hari dan pasaran Jawa. Bagi sebagian masyarakat, weton tidak hanya dianggap sebagai penanda kelahiran, tetapi juga dipercaya berkaitan dengan karakter, keberuntungan, dan kekuatan spiritual seseorang.
Dalam sejumlah kisah yang beredar, beberapa weton disebut memiliki aura yang sangat kuat. Bahkan, ada anggapan bahwa pemilik weton tertentu memiliki perlindungan alami sehingga energi negatif sulit masuk. Meski demikian, semua kembali kepada keyakinan masing-masing karena primbon merupakan bagian dari warisan budaya.
Rabu Pahing, Weton dengan Energi Besar
Salah satu weton yang sering disebut memiliki kekuatan tinggi adalah Rabu Pahing. Dalam perhitungan Jawa, Rabu memiliki nilai tujuh sedangkan Pahing bernilai sembilan sehingga jumlah neptunya mencapai 16.
Nilai tersebut termasuk tinggi dalam hitungan primbon. Karena itu, pemilik weton Rabu Pahing sering digambarkan sebagai sosok yang memiliki karakter kuat, tegas, dan sulit dipengaruhi.
Selain itu, mereka juga dipercaya mempunyai intuisi tajam. Dalam berbagai cerita masyarakat, orang dengan weton ini disebut mampu merasakan sesuatu sebelum terjadi. Hal tersebut membuat mereka dianggap memiliki benteng batin yang kuat menghadapi energi negatif.
Minggu Pon, Sosok yang Disebut Sulit Dijatuhkan
Weton berikutnya adalah Minggu Pon. Perpaduan Minggu dengan nilai lima dan Pon dengan nilai tujuh menghasilkan neptu 12.
Dalam filosofi Jawa, angka tersebut sering dikaitkan dengan keseimbangan. Pemilik weton Minggu Pon dipercaya memiliki sifat kuat pendirian, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi tekanan kehidupan.
Beberapa kisah menyebutkan bahwa orang dengan weton ini sering dianggap memiliki aura perlindungan yang membuat gangguan buruk sulit mendekat. Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang mampu menjadi tempat orang lain mencari ketenangan.
Selasa Kliwon, Aura yang Disebut Membakar Energi Negatif
Selasa Kliwon juga masuk dalam daftar weton yang sering menjadi pembahasan. Selasa memiliki nilai tiga, sedangkan Kliwon bernilai delapan sehingga jumlah neptunya 11.
Pemilik weton Selasa Kliwon dipercaya mempunyai keberanian besar dan mental yang kuat. Mereka sering digambarkan sebagai sosok yang tenang ketika menghadapi masalah.
Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, ketenangan tersebut dianggap menjadi salah satu bentuk kekuatan. Energi negatif yang datang dipercaya bisa melemah karena pemilik weton ini tidak mudah panik atau takut.
Jumat Legi, Weton dengan Aura Teduh
Selain weton dengan karakter kuat, ada juga Jumat Legi yang dipercaya memiliki energi berbeda. Jumat bernilai enam dan Legi bernilai lima dengan total neptu 11.
Jumat Legi sering dikaitkan dengan sifat lembut, bijaksana, dan membawa ketenangan. Aura mereka dipercaya membuat orang lain nyaman berada di dekatnya.
Dalam cerita spiritual Jawa, pemilik weton ini dianggap memiliki perlindungan karena mampu menjaga keseimbangan hati dan pikiran. Semakin baik perilaku seseorang, semakin kuat pula energi positif yang dipercaya terpancar.
Kamis Wage, Weton Pembalik Energi Negatif
Weton terakhir adalah Kamis Wage. Kamis memiliki nilai delapan dan Wage bernilai empat dengan total neptu 12.
Kamis Wage sering disebut sebagai weton yang memiliki kemampuan menjaga diri dari pengaruh buruk. Karakternya yang tenang, sabar, dan penuh perhitungan membuat mereka sulit dipancing emosi.
Dalam berbagai cerita, orang dengan weton ini dipercaya mampu menghadapi tekanan tanpa kehilangan kendali. Sikap tersebut dianggap menjadi salah satu bentuk perlindungan batin.
Terlepas dari berbagai kepercayaan mengenai weton yang ditakuti dukun, masyarakat tetap diingatkan bahwa kehidupan seseorang tidak hanya ditentukan oleh hari kelahiran. Usaha, doa, sikap baik, dan keyakinan kepada Tuhan tetap menjadi hal utama.
Primbon Jawa sendiri merupakan warisan budaya yang berisi filosofi kehidupan. Bagi sebagian orang, weton menjadi bahan refleksi untuk mengenali diri, memperbaiki sikap, serta menjalani hidup dengan lebih bijaksana.
Editor : Maylanni Diana Fitri