Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Baik Hajatan September 2026 Menurut Primbon Jawa, Disebut Cocok untuk Pernikahan, Sunatan hingga Pindah Rumah

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:10 WIB
Hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa, cocok untuk pernikahan, sunatan, akikah, pindah rumah, dan usaha baru.(pinterest)
Hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa, cocok untuk pernikahan, sunatan, akikah, pindah rumah, dan usaha baru.(pinterest)

Radar Tulungagung – Hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa menjadi informasi yang mulai banyak dicari masyarakat yang tengah merencanakan acara penting tahun depan. Dalam tradisi Jawa, pemilihan hari pelaksanaan hajatan dipercaya memiliki peran penting untuk mendukung kelancaran acara dan menciptakan suasana yang lebih harmonis.

Tidak sedikit masyarakat yang masih mempertimbangkan perhitungan Primbon Jawa sebelum menentukan tanggal pernikahan, khitanan, akikah, pindah rumah, hingga memulai usaha baru. Tradisi tersebut merupakan warisan budaya leluhur yang telah berlangsung turun-temurun dan masih dipraktikkan hingga saat ini.

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, ketepatan memilih hari dianggap sebagai salah satu bentuk ikhtiar agar acara yang diselenggarakan berjalan lancar, minim hambatan, serta membawa keberkahan bagi keluarga yang menggelarnya.

Pemilihan Hari Baik Masih Menjadi Tradisi

Dalam budaya Jawa, sebuah hajatan besar tidak hanya dipersiapkan dari sisi materi, lokasi, atau konsumsi. Waktu pelaksanaan juga menjadi perhatian khusus karena dipercaya memiliki pengaruh terhadap perjalanan acara.

Karena itulah banyak keluarga yang mencari hari baik berdasarkan perhitungan Primbon Jawa sebelum menentukan tanggal hajatan. Tujuannya adalah mendapatkan waktu yang dianggap selaras dengan harapan, doa, dan tujuan acara yang akan dilaksanakan.

Baca Juga: Konon Didampingi Khodam Terkuat! 3 Weton Ini Bikin Dukun Pilih Mundur, Kliwon Disebut Paling Menakutkan

Tradisi ini tidak hanya berlaku untuk pernikahan, tetapi juga berbagai kegiatan penting lainnya seperti sunatan, syukuran rumah baru, hingga pembukaan usaha.

Hari Jumat dan Sabtu Sering Menjadi Pilihan

Berdasarkan penjelasan dalam perhitungan Primbon Jawa, hari Jumat dan Sabtu termasuk hari yang kerap dipilih masyarakat untuk melangsungkan hajatan besar.

Hari Jumat dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan dan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Karena itu, banyak keluarga memilih hari Jumat untuk melaksanakan akad nikah, akikah, maupun acara syukuran keluarga.

Sementara itu, hari Sabtu sering dikaitkan dengan simbol keteguhan, keseriusan, dan kekuatan dalam memulai langkah baru. Tidak heran jika hari tersebut juga menjadi salah satu pilihan favorit untuk menyelenggarakan pernikahan maupun acara penting lainnya.

Cocok untuk Berbagai Jenis Hajatan

Perhitungan hari baik September 2026 menurut Primbon Jawa umumnya digunakan sebagai referensi untuk beberapa kegiatan, antara lain:

Masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa percaya bahwa memilih hari yang tepat dapat memberikan ketenangan batin dan menambah keyakinan dalam menjalani momen penting tersebut.

Namun demikian, faktor kesiapan keluarga, kondisi keuangan, kesehatan, dan ketersediaan waktu tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jadwal pelaksanaan hajatan.

Primbon Sebagai Warisan Budaya

Primbon Jawa merupakan kumpulan pengetahuan tradisional yang diwariskan oleh leluhur Jawa selama berabad-abad. Di dalamnya terdapat berbagai perhitungan yang berkaitan dengan hari baik, watak seseorang, rezeki, hingga kecocokan pasangan.

Meski masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, Primbon Jawa pada dasarnya dipandang sebagai bagian dari budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Karena itu, banyak tokoh budaya mengingatkan agar perhitungan hari baik dijadikan sebagai referensi atau bentuk ikhtiar, bukan sebagai patokan mutlak yang menentukan keberhasilan suatu acara.

Pada akhirnya, kelancaran sebuah hajatan tetap ditentukan oleh persiapan yang matang, kerja sama keluarga, doa, serta harapan baik dari seluruh pihak yang terlibat. Sementara perhitungan hari baik dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga tradisi dan menghormati warisan budaya leluhur yang masih bertahan hingga sekarang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hari baik pernikahan 2026 #hari baik sunatan #s: hari baik hajatan September 2026 #Primbon Jawa