Radar Tulungagung – Nama Nyi Roro Kidul hingga kini masih menjadi salah satu legenda paling besar dan paling melegenda di Tanah Jawa. Sosok yang dikenal sebagai Ratu Pantai Selatan itu bukan hanya hidup dalam cerita rakyat, tetapi juga masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.
Setiap tahun, ribuan wisatawan datang ke kawasan Pantai Selatan Jawa. Namun di balik keindahan ombak dan tebing-tebing megah yang memukau, tersimpan kisah misterius yang membuat bulu kuduk merinding. Banyak orang percaya bahwa kawasan tersebut merupakan kerajaan gaib yang dipimpin langsung oleh Nyi Roro Kidul.
Tak heran jika berbagai mitos terus berkembang, mulai dari larangan mengenakan pakaian hijau hingga cerita orang-orang yang hilang terseret ombak dan dikaitkan dengan sosok penguasa Laut Selatan tersebut.
Berawal dari Putri Kerajaan yang Menjadi Korban Perebutan Kekuasaan
Menurut legenda yang paling populer, Nyi Roro Kidul dulunya adalah seorang putri kerajaan bernama Putri Kandita, anak dari Prabu Siliwangi yang memimpin Kerajaan Pajajaran.
Putri Kandita dikenal memiliki kecantikan luar biasa, berhati lembut, serta dicintai rakyat. Namun keadaan berubah ketika para selir kerajaan mulai merasa terancam oleh keberadaan sang putri yang digadang-gadang akan menjadi penerus tahta.
Karena dipenuhi rasa iri dan dengki, mereka kemudian menyusun rencana jahat untuk menyingkirkan Putri Kandita dari lingkungan istana.
Kutukan Mengerikan yang Mengubah Nasib Sang Putri
Melalui bantuan ilmu hitam, Putri Kandita dan ibunya dikisahkan terkena kutukan berupa penyakit kulit yang mengerikan. Tubuh mereka dipenuhi luka dan borok hingga mengeluarkan bau tidak sedap.
Berbagai tabib kerajaan dipanggil untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Namun tidak satu pun berhasil.
Keadaan semakin memburuk ketika sang permaisuri meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Sementara Putri Kandita harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya diusir dari istana yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.
Dengan hati hancur, Putri Kandita memilih pergi meninggalkan Pajajaran dan mengembara tanpa tujuan.
Laut Selatan Menjadi Awal Takdir Baru
Perjalanan panjang akhirnya membawa Putri Kandita ke pesisir selatan Pulau Jawa. Dalam kondisi putus asa, ia mendengar suara gaib yang memintanya masuk ke dalam lautan.
Tanpa ragu, Putri Kandita menceburkan diri ke ganasnya ombak Samudra Selatan.
Keajaiban pun terjadi. Penyakit yang selama ini menggerogoti tubuhnya hilang seketika. Bahkan kecantikannya disebut menjadi jauh lebih sempurna dibanding sebelumnya.
Konon, para makhluk gaib penghuni Laut Selatan kemudian mengangkat Putri Kandita menjadi pemimpin mereka. Sejak saat itulah ia dikenal sebagai Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan yang dipercaya memiliki kekuasaan besar atas samudra dan seluruh makhluk gaib di wilayah tersebut.
Mitos Baju Hijau yang Masih Dipercaya
Salah satu mitos yang paling terkenal adalah larangan memakai pakaian hijau saat berada di Pantai Selatan.
Banyak masyarakat percaya warna hijau merupakan warna kesukaan Nyi Roro Kidul. Karena itu siapa saja yang mengenakannya dikhawatirkan akan menarik perhatian sang ratu dan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski demikian, sebagian kalangan menilai larangan tersebut memiliki alasan logis. Warna hijau dianggap sulit terlihat ketika seseorang terseret ombak karena menyatu dengan warna laut sehingga menyulitkan proses pencarian.
Beda Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong
Masih banyak yang menganggap Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong adalah sosok yang sama. Padahal keduanya berbeda.
Dalam berbagai cerita Jawa, Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai ratu penguasa Laut Selatan yang berwujud manusia cantik sepenuhnya.
Sedangkan Nyi Blorong digambarkan memiliki tubuh setengah manusia dan setengah ular. Sosoknya lebih sering dikaitkan dengan cerita pesugihan dan perjanjian mencari kekayaan instan.
Tetap Hidup di Tengah Zaman Modern
Meski teknologi semakin maju dan berbagai fenomena alam dapat dijelaskan secara ilmiah, legenda Nyi Roro Kidul tetap hidup di tengah masyarakat.
Cerita tentang sang Ratu Pantai Selatan bahkan telah menginspirasi banyak film, novel, serial televisi, hingga karakter game populer. Hal ini membuktikan bahwa sosok Nyi Roro Kidul bukan sekadar mitos biasa, melainkan bagian dari warisan budaya Nusantara yang terus dikenang lintas generasi.
Editor : Maylanni Diana Fitri