Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu, Wuku, dan Tebo Candi agar Pembangunan Lancar

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:40 WIB
Hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa, simak cara menghitung neptu, wuku, dan Tebo Candi agar rumah membawa keberkahan. (Pinterest)
Hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa, simak cara menghitung neptu, wuku, dan Tebo Candi agar rumah membawa keberkahan. (Pinterest)

Radar Tulungagung – Menentukan hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi tradisi yang dipercaya sebagian masyarakat sebelum memulai pembangunan hunian. Selain mempertimbangkan kesiapan biaya dan material, pemilihan hari diyakini dapat menjadi ikhtiar agar proses pembangunan berjalan lancar serta membawa keberuntungan bagi penghuni rumah.

Dalam sebuah video yang diunggah kanal Warna Indonesia TV, dijelaskan bahwa penentuan hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa dilakukan menggunakan perhitungan Jawa Aboge. Perhitungan tersebut melibatkan neptu hari, pasaran, wuku, ringkel, hingga pengecekan pantangan penanggalan agar diperoleh waktu yang dianggap paling tepat untuk memulai pembangunan.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa. Meski demikian, perhitungan tersebut lebih dipandang sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ikhtiar sebelum membangun rumah.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Tanggal yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

Hitungan Tebo Candi Dianggap Paling Baik

Dalam Primbon Jawa terdapat lima kategori hitungan mendirikan bangunan, yaitu Kerto, Yoso, Candi, Rogo, dan Sempoyong. Masing-masing memiliki makna berbeda sesuai fungsi bangunan yang akan didirikan.

Untuk rumah tinggal, hitungan yang paling dianjurkan adalah Tebo Candi. Hitungan ini dipercaya melambangkan bangunan yang kokoh, nyaman dihuni, serta membawa ketenteraman bagi seluruh anggota keluarga.

Cara menentukannya dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran. Apabila hasilnya mencapai angka 8, 13, atau 18, maka hari tersebut masuk kategori Tebo Candi dan dianggap layak digunakan sebagai awal pembangunan rumah.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan jenis bangunan yang akan didirikan karena setiap bangunan memiliki hitungan yang berbeda menurut Primbon Jawa.

Baca Juga: Hari Baik Khitan Menurut Hari Lahir Anak, Ini Panduan Primbon Jawa Memilih Waktu Sunatan agar Lancar

Wuku dan Ringkel Tidak Boleh Diabaikan

Selain neptu, penentuan hari juga harus mempertimbangkan wuku dalam kalender Jawa. Tidak semua wuku dinilai cocok untuk kegiatan yang berhubungan langsung dengan manusia.

Dalam contoh yang dijelaskan pada video, Wuku Merakeh termasuk kategori yang masih diperbolehkan digunakan untuk mendirikan rumah karena tidak memiliki larangan berdasarkan ringkel.

Sebaliknya, terdapat beberapa wuku yang sebaiknya dihindari karena diyakini kurang baik untuk memulai pembangunan rumah.

Karena itu, masyarakat yang masih memegang tradisi Primbon biasanya akan mencocokkan antara neptu, wuku, serta kategori hari sebelum menentukan tanggal pembangunan.

Pastikan Bebas Pantangan Penanggalan

Tahapan berikutnya adalah memastikan hari yang dipilih tidak memiliki nas penanggalan atau pantangan tertentu.

Dalam contoh perhitungan bulan Juni 2025, diperoleh dua hari yang memenuhi seluruh syarat, yakni Senin Paing dengan neptu 13 dan Sabtu Paing dengan neptu 18.

Kedua hari tersebut dinilai masuk hitungan Tebo Candi, tidak memiliki pantangan penanggalan, serta berkategori hari mulus sehingga dianggap baik digunakan untuk memulai pembangunan rumah.

Meski demikian, setiap orang juga dianjurkan memperhatikan pantangan berdasarkan hari kelahiran maupun peristiwa keluarga sehingga hasil perhitungan dapat berbeda pada masing-masing individu.

Bagi masyarakat yang masih memegang teguh tradisi Jawa, penentuan hari baik merupakan bentuk ikhtiar agar pembangunan rumah berjalan lancar dan membawa ketenteraman. Sementara dalam ajaran Islam, seluruh hari pada dasarnya baik selama pekerjaan dilakukan dengan niat yang benar, diawali doa kepada Allah SWT, dan tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan syariat.

Dengan demikian, perhitungan Primbon dapat dipahami sebagai bagian dari budaya yang masih dilestarikan, sedangkan keberhasilan membangun rumah tetap ditentukan oleh usaha, perencanaan yang matang, serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#neptu hari #hari baik mendirikan rumah #wuku Jawa #tebo candi #Primbon Jawa