Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Baik Buka Usaha Menurut Poncosudo, Begini Cara Menghitung Weton agar Bisnis Diyakini Lebih Beruntung dan Cepat Berkembang

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:45 WIB
Hari baik buka usaha menurut Poncosudo, simak cara menghitung weton dan neptu untuk menentukan hari memulai bisnis tradisi Jawa. (Pinterest)
Hari baik buka usaha menurut Poncosudo, simak cara menghitung weton dan neptu untuk menentukan hari memulai bisnis tradisi Jawa. (Pinterest)

Radar TulungagungHari baik buka usaha masih menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat Jawa sebelum memulai bisnis baru maupun membuka cabang usaha. Salah satu metode yang masih banyak dibahas adalah perhitungan Poncosudo yang memadukan weton kelahiran dengan neptu hari untuk menentukan waktu yang dipercaya membawa keberuntungan.

Dalam sebuah video di YouTube, seorang praktisi budaya Jawa membagikan cara menghitung hari baik buka usaha menggunakan rumus Poncosudo. Menurutnya, setiap orang dapat menghitung sendiri hari yang dianggap paling baik berdasarkan weton kelahiran sehingga usaha yang dijalankan diyakini memiliki peluang berkembang lebih baik.

Meski demikian, hari baik buka usaha menurut Poncosudo merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa perhitungan weton mampu menentukan keberhasilan sebuah usaha. Faktor seperti strategi bisnis, kualitas produk, pelayanan, dan pengelolaan keuangan tetap menjadi penentu utama kesuksesan.

Baca Juga: Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu, Wuku, dan Tebo Candi agar Pembangunan Lancar

Hari yang Dianggap Paling Baik Membuka Usaha

Dalam penjelasannya, narasumber menerangkan bahwa setiap hari memiliki nilai keberuntungan yang berbeda. Ia menyebut hari Senin sebagai puncak hari terbaik untuk memulai usaha baru maupun membuka cabang bisnis.

Setelah Senin, hari Selasa juga dianggap membawa keberuntungan yang cukup baik. Sementara hari Rabu masih dinilai layak dipilih meskipun dipercaya memiliki sejumlah tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha.

Sebaliknya, hari Kamis disebut memiliki tingkat keberuntungan yang rendah sehingga kurang disarankan untuk memulai bisnis. Hari Jumat juga dianggap kurang ideal karena waktu aktivitas dinilai lebih singkat akibat pelaksanaan salat Jumat.

Menurut penjelasan tersebut, hari Sabtu merupakan hari yang paling tidak dianjurkan untuk membuka usaha. Adapun hari Minggu dipandang bersifat netral sehingga tidak memiliki pengaruh yang terlalu besar dalam perhitungan Poncosudo.

Baca Juga: Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu dan Memilih Tanggal yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

Cara Menghitung Weton dengan Rumus Poncosudo

Setelah menentukan hari yang akan dipilih, langkah berikutnya adalah menghitung neptu hari dan pasaran. Sebagai contoh, Senin memiliki nilai neptu 4, sedangkan Kliwon bernilai 8. Jika digabungkan menjadi Senin Kliwon, total neptunya adalah 12.

Selanjutnya, jumlah tersebut ditambahkan dengan neptu weton kelahiran. Dalam contoh yang disampaikan narasumber, seseorang yang lahir pada Jumat Pahing memiliki total neptu 15. Jika dijumlahkan dengan Senin Kliwon, hasil akhirnya menjadi 27.

Tahap berikutnya adalah membagi angka tersebut dengan lima. Sisa hasil pembagian dipercaya menjadi penentu kategori dalam metode Poncosudo, yaitu sandang, pangan, bejo, loro, atau pati.

Pada contoh tersebut, hasil pembagian menghasilkan kategori pangan yang menurut kepercayaan Jawa melambangkan kecukupan rezeki, kemakmuran, dan peluang usaha yang lebih baik. Perhitungan yang sama dapat diterapkan pada weton lainnya dengan menjumlahkan neptu hari pilihan dan neptu weton kelahiran, kemudian membaginya dengan angka lima.

Tradisi Jawa yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat

Perhitungan weton bukan hanya digunakan untuk menentukan waktu membuka usaha. Dalam tradisi Jawa, metode serupa juga sering dipakai untuk memilih hari pernikahan, pindah rumah, membangun rumah, hingga berbagai kegiatan penting lainnya.

Bagi sebagian masyarakat, memilih hari yang dianggap baik dapat memberikan rasa tenang dan keyakinan sebelum memulai langkah besar. Namun bagi sebagian lainnya, perhitungan tersebut dipandang sebagai warisan budaya yang bersifat simbolis dan tidak menentukan hasil akhir.

Dalam video itu, narasumber juga menyebut bahwa apabila usaha yang sudah berjalan belum mengalami perkembangan, menurut kepercayaannya kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh energi di lokasi usaha. Ia menawarkan jasa pembersihan energi sebagai salah satu solusi. Klaim tersebut merupakan pendapat pribadi narasumber dan belum memiliki dasar ilmiah yang dapat diverifikasi.

Pada akhirnya, keberhasilan usaha tetap dipengaruhi berbagai faktor nyata, mulai dari riset pasar, pengelolaan modal, strategi pemasaran, inovasi produk, hingga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Sementara itu, perhitungan hari baik menurut Poncosudo dapat dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya Jawa yang hingga kini masih dilestarikan dan dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#neptu Jawa #Hari baik buka usaha #Poncosudo #Weton Jawa #Tradisi Jawa