Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rahasia Naga Dina Menurut Primbon Jawa, Ketahui Kepribadian, Arah Rumah, hingga Pantangan Sesuai Weton

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 28 Juni 2026 | 18:35 WIB
Naga Dina dalam Primbon Jawa dipercaya menentukan arah keberuntungan, kepribadian, hingga pantangan berdasarkan weton kelahiran. (Pinterest)
Naga Dina dalam Primbon Jawa dipercaya menentukan arah keberuntungan, kepribadian, hingga pantangan berdasarkan weton kelahiran. (Pinterest)

Radar TulungagungNaga Dina menjadi salah satu pembahasan menarik dalam Primbon Jawa yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Selain digunakan untuk menentukan arah keberuntungan, Naga Dina juga diyakini berkaitan dengan karakter seseorang, arah rumah yang dianjurkan, hingga sejumlah pantangan yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam tradisi Jawa, Naga Dina berasal dari perhitungan neptu hari dan pasaran kelahiran. Hasil penjumlahan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan posisi Naga Dina yang berada di salah satu dari empat arah mata angin, yakni timur, selatan, barat, atau utara.

Kepercayaan ini telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, banyak orang masih menjadikannya sebagai pedoman sebelum membangun rumah, memulai usaha, maupun memahami karakter berdasarkan weton kelahiran.

Baca Juga: Naga Dina dan Patine Dina Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Arah Keberuntungan dan Pantangan agar Rezeki Tak Seret

Cara Menghitung Naga Dina

Perhitungan Naga Dina diawali dengan mengetahui nilai neptu hari dan pasaran. Dalam Primbon Jawa, Minggu memiliki neptu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara pasaran terdiri dari Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Jumlah neptu hari dan pasaran kemudian dihitung mulai dari arah timur, selatan, barat, hingga utara secara berulang. Posisi hitungan terakhir menjadi arah Naga Dina seseorang.

Sebagai contoh, weton dengan jumlah neptu 7 berada di arah barat, angka 8 berada di utara, angka 9 berada di timur, sedangkan angka 10 berada di selatan. Pola tersebut terus berulang hingga jumlah neptu tertinggi, yaitu 18.

Baca Juga: Misteri Gunung Kuncung Tulungagung, Kisah Makhluk Gaib Ikut Salat Subuh hingga Penampakan di Bekas Tambang Marmer

Makna Kepribadian Berdasarkan Arah Naga Dina

Dalam penjelasan Primbon Jawa, setiap arah Naga Dina memiliki simbol unsur alam yang dipercaya memengaruhi karakter seseorang.

Pemilik Naga Dina di timur dikaitkan dengan unsur angin. Mereka dipercaya mudah bergaul, mampu menyesuaikan diri di berbagai lingkungan, serta tidak membeda-bedakan status sosial maupun latar belakang orang lain.

Sementara itu, Naga Dina di selatan diibaratkan sebagai unsur air. Karakter yang melekat adalah penyayang, berpikiran jernih, serta tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.

Adapun Naga Dina di barat disimbolkan sebagai unsur api. Orang dengan arah ini dipercaya memiliki sikap tegas, disiplin, tidak menyukai kebohongan, dan disegani dalam lingkungan pergaulan.

Sedangkan Naga Dina di utara melambangkan unsur bumi. Karakter yang dikaitkan adalah sabar, murah hati, tulus, serta gemar membantu tanpa mengharapkan balasan.

Pedoman Menentukan Arah Rumah

Selain menggambarkan karakter, Naga Dina juga dipercaya menjadi acuan dalam menentukan arah bangunan rumah.

Menurut kepercayaan tersebut, seseorang dianjurkan menghindari arah rumah yang sama dengan posisi Naga Dinanya. Misalnya, pemilik Naga Dina di timur disarankan memilih rumah yang menghadap ke barat atau utara.

Bagi mereka yang sudah terlanjur memiliki rumah menghadap arah Naga Dina, Primbon Jawa mengenal sejumlah simbol penolak bala. Di antaranya memasang cermin kecil di depan pintu utama, menanam tebu hitam, bambu kuning, atau pohon kelor, hingga memelihara ikan di dalam rumah sesuai kelompok arah masing-masing.

Selain itu, terdapat pula sejumlah pantangan, seperti tidak bangun kesiangan bagi pemilik Naga Dina timur maupun tidak tidur menjelang matahari terbenam bagi mereka yang memiliki Naga Dina di barat.

Meski berbagai kepercayaan tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, Naga Dina tetap menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang masih dipelajari hingga sekarang. Bagi sebagian masyarakat, perhitungan ini dipandang sebagai bentuk kearifan lokal yang mengajarkan kehati-hatian, penghormatan terhadap tradisi leluhur, serta ikhtiar sebelum mengambil keputusan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#naga dina #Trenggalek Njenggelek #Kepribadian Weton #Weton Jawa #Primbon Jawa