Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wariga Bali Beberkan Rahasia Menentukan Hari Baik Pernikahan, Penanggal, Sasih, hingga Dewasa Ayu Jadi Penentu

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:35 WIB
Wariga Bali menjelaskan cara menentukan hari baik pernikahan berdasarkan hari, penanggal, sasih, dan Dewasa Ayu. (Pinterest)
Wariga Bali menjelaskan cara menentukan hari baik pernikahan berdasarkan hari, penanggal, sasih, dan Dewasa Ayu. (Pinterest)

Radar Tulungagung – Tradisi Wariga Bali sejak lama menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat dalam menentukan hari baik untuk melaksanakan berbagai kegiatan penting, terutama pernikahan. Melalui sistem perhitungan kalender tradisional, Wariga diyakini membantu memilih waktu yang dianggap membawa keharmonisan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi pasangan suami istri.

Dalam praktiknya, penentuan hari pernikahan menurut Wariga tidak hanya didasarkan pada hari dalam sepekan. Berbagai unsur lain seperti penanggal, pangelong, sasih atau bulan Bali, hingga perhitungan Dewasa Ayu juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menentukan waktu pelaksanaan upacara.

Tradisi ini merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun di Bali. Karena itu, berbagai penafsiran mengenai hari baik maupun hari yang dihindari dipahami sebagai bagian dari kepercayaan adat, bukan sebagai kepastian yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Baca Juga: Rahasia Jayaning Dina dan Patine Dina Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Naga Dina Berdasarkan Weton

Hari dan Penanggal Menjadi Pertimbangan

Dalam ajaran Wariga, terdapat sejumlah hari yang dinilai kurang sesuai untuk melangsungkan pernikahan. Selain memperhatikan hari, masyarakat juga diajak mencermati penanggal dan pangelong karena setiap fase bulan dipercaya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kehidupan rumah tangga.

Beberapa penanggal dianggap membawa keberuntungan dan keharmonisan, sedangkan penanggal tertentu dipercaya kurang mendukung sehingga biasanya dihindari ketika menentukan jadwal pernikahan.

Perhitungan tersebut dilakukan secara menyeluruh agar hari yang dipilih benar-benar sesuai dengan ketentuan Wariga dan tidak hanya berdasarkan satu unsur kalender saja.

Baca Juga: Hari Pernikahan Menurut Wariga Bali, Ini Pantangan yang Diyakini Bisa Memicu Perceraian hingga Konflik Rumah Tangga

Sasih dan Dewasa Ayu Tak Kalah Penting

Selain hari dan penanggal, sasih atau bulan dalam kalender Bali juga menjadi salah satu faktor penting. Ada sasih yang dipercaya membawa keberuntungan bagi pasangan, sementara sasih lainnya dianggap kurang baik untuk melaksanakan upacara pernikahan.

Wariga juga mengenal konsep Dewasa Ayu, yakni perhitungan hari yang dinilai paling tepat untuk memulai suatu kegiatan. Dalam konteks pernikahan, Dewasa Ayu dipercaya menjadi pedoman agar kehidupan rumah tangga berjalan lebih harmonis menurut tradisi Bali.

Di samping itu, masih terdapat sejumlah perhitungan lain yang digunakan sebagai pelengkap, seperti Engkel Wong dan Wong Jepun, yang turut dipertimbangkan oleh mereka yang memahami Wariga secara mendalam.

Tetap Menjadi Warisan Budaya

Hingga saat ini, Wariga masih dipelajari oleh masyarakat yang ingin melestarikan tradisi leluhur. Penentuan hari baik tidak hanya dilakukan untuk pernikahan, tetapi juga digunakan dalam membangun rumah, memulai usaha, hingga berbagai upacara adat lainnya.

Meski demikian, kehidupan rumah tangga tetap bergantung pada komitmen, komunikasi, rasa saling menghormati, dan tanggung jawab kedua pasangan. Wariga dipandang sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang melengkapi persiapan menuju kehidupan berkeluarga.

Keberadaan Wariga Bali pun terus menjadi bagian penting dari identitas budaya Nusantara, sekaligus menunjukkan kekayaan tradisi yang masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#hari baik pernikahan #Trenggalek Njenggelek #Wariga Bali #Dewasa Ayu #Sasih Bali