TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Peran seni menjaga kebhinekaan kembali menjadi perhatian di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Seni dan budaya dinilai memiliki posisi strategis sebagai media pemersatu sekaligus sarana memperkuat toleransi antarwarga yang berasal dari latar belakang suku, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda.
Berbagai kalangan budayawan dan pemerhati kebudayaan menilai peran seni menjaga kebhinekaan tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai identitas budaya dalam semangat persatuan. Melalui pertunjukan seni, festival budaya, hingga pelestarian tradisi lokal, masyarakat diajak untuk saling mengenal dan menghargai keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Indonesia dikenal sebagai negara multikultural dengan ribuan budaya daerah yang menjadi kekayaan nasional. Karena itu, seni dipandang sebagai salah satu instrumen efektif dalam menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Status Usulan Bansos Kemensos Tahap 3 Mulai Final, Ini Kriteria Penerima yang Berpeluang Lolos
Seni Menjadi Media Pemersatu Masyarakat
Seni memiliki kemampuan menyampaikan pesan tanpa dibatasi oleh perbedaan bahasa maupun latar belakang budaya. Musik, tari, teater, seni rupa, hingga pertunjukan tradisional mampu menghadirkan ruang interaksi yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Dalam berbagai kegiatan budaya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses pelestarian tradisi. Keterlibatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun rasa memiliki terhadap budaya bangsa.
Budayawan menilai semakin sering masyarakat mengikuti kegiatan seni, semakin besar pula peluang terciptanya sikap saling menghormati dan toleransi terhadap perbedaan.
Festival Budaya Perkuat Nilai Kebhinekaan
Berbagai festival budaya yang rutin digelar di sejumlah daerah menjadi bukti nyata bahwa seni mampu menyatukan masyarakat. Dalam satu panggung, beragam kesenian tradisional dari berbagai daerah dapat ditampilkan secara berdampingan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
Festival budaya juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya daerah sekaligus memahami pentingnya menjaga keberagaman Indonesia.
Selain memperkuat identitas budaya lokal, kegiatan tersebut mampu meningkatkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya nasional yang dimiliki Indonesia.
Generasi Muda Memegang Peran Penting
Di era digital, tantangan pelestarian budaya semakin besar. Masuknya budaya populer dari luar negeri membuat sebagian generasi muda mulai meninggalkan kesenian tradisional.
Karena itu, pelaku seni mengajak anak muda untuk lebih aktif mempelajari, melestarikan, dan mempromosikan seni budaya daerah melalui berbagai platform digital. Media sosial dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan cara tersebut, seni tradisional tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Pendidikan Seni Dinilai Perlu Diperkuat
Selain keluarga, sekolah memiliki peran besar dalam menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak usia dini. Pendidikan seni dinilai tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, serta sikap saling menghargai perbedaan.
Melalui pembelajaran seni, peserta didik dapat memahami bahwa setiap daerah memiliki tradisi yang unik dan patut dihormati. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pemerhati pendidikan berharap kegiatan ekstrakurikuler seni, pertunjukan budaya, hingga kolaborasi antarsekolah terus diperbanyak agar nilai kebhinekaan dapat tumbuh secara alami di lingkungan pendidikan.
Seni Jadi Benteng Persatuan Bangsa
Di tengah berbagai tantangan sosial yang berpotensi memecah persatuan, seni dinilai tetap menjadi salah satu kekuatan yang mampu merawat kebhinekaan Indonesia. Melalui karya seni, masyarakat diajak melihat perbedaan sebagai kekayaan, bukan sebagai sumber perpecahan.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar pelestarian budaya berjalan berkelanjutan. Dengan demikian, peran seni menjaga kebhinekaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi persatuan bangsa.
Editor : Gita Dwi Nuraini