Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Baik Buka Usaha Menurut Poncosudo, Simak Cara Menghitung Weton dan Neptu agar Bisnis Diyakini Lebih Beruntung

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:50 WIB
Hari baik buka usaha menurut Poncosudo, simak cara menghitung weton dan neptu untuk menentukan waktu memulai bisnis. (Pinterest)
Hari baik buka usaha menurut Poncosudo, simak cara menghitung weton dan neptu untuk menentukan waktu memulai bisnis. (Pinterest)

Radar TulungagungHari baik buka usaha menjadi salah satu hal yang masih dipercaya sebagian masyarakat Jawa sebelum memulai bisnis baru atau membuka cabang usaha. Melalui metode Poncosudo, seseorang dapat menghitung waktu yang dianggap membawa keberuntungan dengan memanfaatkan weton kelahiran serta neptu hari dalam penanggalan Jawa.

Dalam sebuah video di YouTube, seorang praktisi budaya Jawa menjelaskan bahwa hari baik buka usaha dapat dihitung sendiri menggunakan rumus sederhana. Perhitungan tersebut memadukan nilai neptu hari, pasaran, dan weton kelahiran sebelum hasil akhirnya dibagi lima untuk mengetahui kategori keberuntungan menurut metode Poncosudo.

Meski banyak dipercaya, hari baik buka usaha berdasarkan Poncosudo merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Tidak ada bukti ilmiah yang memastikan bahwa perhitungan weton mampu menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Kesuksesan usaha tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, strategi pemasaran, pelayanan, serta kemampuan mengelola usaha.

Baca Juga: Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu, Wuku, dan Tebo Candi agar Pembangunan Lancar

Hari yang Dinilai Paling Baik Membuka Usaha

Narasumber menjelaskan bahwa setiap hari memiliki nilai keberuntungan yang berbeda. Dalam metode Poncosudo, hari Senin disebut sebagai hari terbaik untuk memulai usaha karena dipercaya memiliki tingkat keberuntungan paling tinggi.

Setelah Senin, hari Selasa juga dianggap baik untuk membuka usaha baru maupun cabang bisnis. Hari Rabu masih dinilai cukup baik meskipun dipercaya memiliki tantangan yang lebih besar dibanding dua hari sebelumnya.

Sebaliknya, hari Kamis disebut kurang disarankan karena dianggap memiliki tingkat keberuntungan yang rendah. Hari Jumat juga dinilai kurang ideal lantaran aktivitas masyarakat lebih singkat akibat adanya salat Jumat.

Sementara itu, hari Sabtu disebut sebagai hari yang paling tidak dianjurkan untuk memulai usaha. Adapun hari Minggu dipandang bersifat netral sehingga tidak dianggap membawa pengaruh yang terlalu besar dalam perhitungan.

Baca Juga: Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu dan Memilih Tanggal yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

Cara Menghitung Weton Menurut Poncosudo

Langkah pertama adalah menentukan hari dan pasaran yang akan dipilih. Sebagai contoh, Senin memiliki nilai neptu 4, sedangkan Kliwon bernilai 8. Jika digabungkan menjadi Senin Kliwon, total neptunya adalah 12.

Selanjutnya, jumlah tersebut dijumlahkan dengan neptu weton kelahiran. Dalam contoh yang diberikan, seseorang dengan weton Jumat Pahing memiliki total neptu 15. Jika ditambahkan dengan nilai Senin Kliwon, hasil akhirnya menjadi 27.

Angka tersebut kemudian dibagi lima. Sisa hasil pembagian dipercaya menjadi penentu kategori dalam metode Poncosudo, yaitu sandang, pangan, bejo, loro, atau pati.

Pada contoh tersebut, hasil perhitungan masuk ke kategori pangan yang menurut kepercayaan Jawa diartikan sebagai simbol kemakmuran dan kecukupan rezeki. Cara yang sama dapat diterapkan pada weton lainnya dengan menjumlahkan neptu hari pilihan dan neptu weton kelahiran, lalu membaginya dengan angka lima.

Tradisi Budaya yang Masih Dilestarikan

Perhitungan weton telah lama menjadi bagian dari budaya Jawa. Selain digunakan untuk menentukan hari membuka usaha, metode serupa juga kerap dipakai saat memilih hari pernikahan, pindah rumah, membangun rumah, hingga berbagai kegiatan penting lainnya.

Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik memberikan rasa percaya diri sebelum memulai usaha. Namun bagi sebagian lainnya, perhitungan tersebut dipandang sebagai tradisi budaya yang bersifat simbolis dan bukan penentu utama keberhasilan.

Dalam video tersebut, narasumber juga menyebut bahwa usaha yang belum berkembang menurut kepercayaannya bisa dipengaruhi oleh energi di lokasi usaha. Ia menawarkan jasa pembersihan energi sebagai salah satu solusi. Klaim tersebut merupakan pendapat pribadi narasumber dan belum memiliki dasar ilmiah yang dapat diverifikasi.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah usaha tetap ditentukan oleh berbagai faktor nyata seperti riset pasar, pengelolaan modal, strategi pemasaran, inovasi produk, pelayanan kepada pelanggan, serta konsistensi pelaku usaha. Sementara itu, metode Poncosudo dapat dipahami sebagai salah satu warisan budaya Jawa yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Hari baik buka usaha #Poncosudo #neptu #Weton Jawa #buka usaha