Naga Dina dan Patine Dina dalam Hitungan Jawa, Begini Cara Menghitung dan Maknanya

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Naga dina dan patine dina merupakan hitungan Jawa untuk mengetahui arah kekuatan dan pantangan hari. Simak cara menghitungnya lewat contoh Sabtu Legi. (Youtube. com)
Naga dina dan patine dina merupakan hitungan Jawa untuk mengetahui arah kekuatan dan pantangan hari. Simak cara menghitungnya lewat contoh Sabtu Legi. (Youtube. com)

TULUNGAGUNG - Naga dina dan patine dina menjadi bagian dari hitungan hari dalam tradisi Jawa yang masih digunakan sebagian masyarakat hingga kini. Perhitungan ini dipercaya dapat menjadi pedoman untuk mengetahui kekuatan dan arah suatu hari.

Dalam tradisi Jawa, naga dina dan patine dina berkaitan dengan perhitungan weton serta neptu hari dan pasaran. Naga dina dimaknai sebagai kekuatan atau kejayaan hari, sedangkan patine dina dipercaya sebagai arah yang sebaiknya dihindari ketika seseorang memiliki keperluan besar.

Pengetahuan tentang naga dina dan patine dina biasanya digunakan sebagai salah satu pertimbangan ketika hendak melaksanakan kegiatan penting. Misalnya, pindah rumah, mengarak pengantin, berdagang, hingga mencari rezeki.

Baca Juga: Naga Dina dan Patine Dina Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Arah Rezeki hingga Hari yang Harus Dihindari

Mengenal Neptu Hari dan Pasaran

Sebelum menghitung naga dina dan patine dina, seseorang perlu mengetahui neptu hari dan neptu pasaran. Dalam hitungan yang dijelaskan pada transkrip, masing-masing hari memiliki nilai berbeda.

Minggu memiliki neptu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, nilai neptu pasaran terdiri atas Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Nilai tersebut kemudian digabungkan untuk mendapatkan jumlah neptu sebuah hari dan pasaran. Jumlah inilah yang selanjutnya digunakan untuk menentukan arah naga dina.

Baca Juga: Apa Itu Naga Dina dan Patine Dina? Begini Cara Menghitungnya Menurut Primbon Jawa

Contoh Naga Dina Sabtu Legi

Salah satu contoh yang digunakan adalah Sabtu Legi. Sabtu mempunyai neptu 9, sedangkan Legi bernilai 5. Jika dijumlahkan, neptu Sabtu Legi menjadi 14.

Setelah mendapatkan angka tersebut, perhitungan dimulai dari arah timur atau wetan. Urutan arah yang digunakan adalah timur, selatan, barat, dan utara secara berulang.

Neptu 14 kemudian dihitung mengikuti urutan tersebut. Hasilnya, angka 14 jatuh pada arah selatan.

Dengan demikian, menurut hitungan yang dijelaskan, naga dina Sabtu Legi berada di arah selatan. Arah tersebut dianggap sebagai tempat kekuatan atau kejayaan hari.

Baca Juga: Naga Dina dan Patine Dina Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Arah Keberuntungan dan Pantangan agar Rezeki Tak Seret

Patine Dina Sabtu Legi Jatuh di Timur

Selain naga dina, ada pula patine dina. Dalam pemahaman tradisi Jawa, patine dina dimaknai sebagai “matinya hari” atau arah yang dianggap kurang baik untuk tujuan tertentu.

Cara menghitungnya dilakukan melalui neptu hari dan pasaran. Untuk contoh Sabtu Legi dengan jumlah neptu 14, perhitungan hari menghasilkan Sabtu sebagai patine dinanya.

Kemudian pasaran Legi dihitung dengan jumlah yang sama. Hasil perhitungan tersebut mengarah pada Kliwon. Dengan demikian, patine dina untuk Sabtu Legi adalah Sabtu Kliwon.

Sabtu mempunyai neptu 9 dan Kliwon 8. Jika dijumlahkan, neptu Sabtu Kliwon menjadi 17.

Angka 17 kembali dihitung mulai dari timur dengan urutan timur, selatan, barat, dan utara. Hasil akhirnya jatuh pada arah timur.

Baca Juga: Apa Itu Naga Dina dan Patine Dina? Kepercayaan Primbon Jawa yang Masih Dipakai untuk Menentukan Arah Keberuntungan

Artinya, dalam contoh tersebut, patine dina Sabtu Legi berada di arah timur, sedangkan naga dinanya berada di selatan.

Menjadi Pertimbangan Saat Punya Hajat

Dalam tradisi perhitungan Jawa, patine dina digunakan sebagai salah satu pertimbangan ketika seseorang hendak melakukan kegiatan besar. Arah patine dina dipercaya sebaiknya dihindari agar perjalanan atau kegiatan tidak menemui hambatan.

Contohnya ketika seseorang hendak berdagang pada Sabtu Legi dan harus bepergian ke arah timur. Berdasarkan hitungan tersebut, arah timur merupakan patine dina sehingga dianggap kurang baik.

Baca Juga: Rahasia Naga Dina dan Patine Dina dalam Primbon Jawa, Begini Cara Menentukan Arah Hoki dan Menghindari Pantangan

Sebaliknya, arah selatan menjadi naga dina atau kekuatan hari Sabtu Legi. Perhitungan ini pada dasarnya menjadi bagian dari kearifan tradisional masyarakat Jawa dalam menentukan langkah.

Meski demikian, hitungan naga dina dan patine dina merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya Jawa. Masyarakat dapat memandangnya sebagai warisan pengetahuan leluhur sekaligus bahan pertimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Mbah Yadi Channel
naga dina patine dina neptu hari hitungan Jawa Weton Jawa