Ini 12 Gerakan Tari Reog Kendang Tulungagung, Ternyata Tak Ada Urutan Baku dan Setiap Gerakan Punya Ciri Khas

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Kenali 12 gerakan tari Reog Kendang Tulungagung yang tak memiliki urutan baku dan memiliki ciri khas pada gerak kaki serta tubuh.
Kenali 12 gerakan tari Reog Kendang Tulungagung yang tak memiliki urutan baku dan memiliki ciri khas pada gerak kaki serta tubuh.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Gerakan tari Reog Kendang Tulungagung memiliki karakteristik yang membedakannya dari kesenian tari tradisional lainnya.

Dalam satu pertunjukan, terdapat 12 jenis gerakan yang menjadi bagian penting dalam membentuk rangkaian atraksi Reog Kendang.

Menariknya, gerakan tari Reog Kendang Tulungagung tersebut tidak memiliki aturan baku mengenai urutan penampilannya. 

Perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain mengikuti aba-aba pengendang. 

Setiap gerakan umumnya dilakukan dalam hitungan delapan atau delapan golongan hitungan, sedangkan jumlah pengulangan menyesuaikan kebutuhan durasi dan konsep pentas.

Dengan demikian, gerakan tari Reog Kendang Tulungagung tidak hanya mengandalkan kemampuan penari dalam mengikuti irama kendang.

Penari juga dituntut memahami posisi tubuh, arah pandangan, gerakan kaki, serta kekompakan dengan penari lainnya.

Baca Juga: Kisah Siswoyo, 68 Tahun Dedikasikan Hidup untuk Melestarikan Reog Kendang Tulungagung dan Mencetak Generasi Penerus

Memiliki 12 Gerakan dengan Karakter Berbeda

Salah satu gerakan yang dikenal adalah gerak baris. Gerakan ini biasanya digunakan ketika penari dalam posisi diam maupun saat berjalan memasuki atau meninggalkan renteng.

Saat berada di tempat, tubuh dalam posisi tegak dengan kaki berjalan di tempat dan sedikit ditekuk. Ketika berjalan, langkah kaki mengikuti irama tabuhan kendang.

Ada pula gerak jenis san. Pada gerakan ini, posisi tubuh membungkuk dengan kaki dibuka lebar. Kedua tangan bergerak ke bawah, sementara kepala menengok ke kanan dan kiri secara berulang.

Gerak demi langit memiliki karakter yang hampir menyerupai gerak mengonsumsi. Perbedaannya terletak pada pola kaki. Kaki kanan digerakkan ke depan dan belakang sebanyak dua kali. Ketika kaki kanan berada di depan, kepala menunduk dengan pandangan ke bawah.

Sebaliknya, saat kaki bergerak ke belakang, kepala menengadah dengan pandangan ke atas.

Gerakan lainnya adalah patah tanduk. Posisi tubuh menghadap ke samping dengan kaki dibuka lebar. Kaki kanan berada di depan dengan pandangan datar, kemudian disejajarkan dengan kaki kiri.

Gerakan tersebut juga melibatkan bahu dan kepala yang dibengkokkan ke atas dan bawah, menyerupai tanduk sapi.

Baca Juga: SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Borong Prestasi Seni dan Budaya, Raih Juara FLS3N hingga Festival Nasional Reog

Gerakan Kaki hingga Goyangan Pinggul

Reog Kendang juga memiliki gerakan yang menonjolkan kelenturan tubuh dan koordinasi kaki. Pada salah satu gerakan, posisi tubuh sedikit membungkuk dengan punggung ditarik ke depan. Kaki dibuka dan salah satu kaki diayunkan ke kanan serta kiri.

Ada pula gerakan dengan posisi tubuh dan kaki menyerupai orang yang sedang berjalan atau berjajar. Tumit diangkat, sementara badan sedikit turun dengan lutut ditekuk.

Gerak lainnya dilakukan dengan menggoyangkan pinggul ke kanan dan kiri. Posisi tubuh dibuat sedikit rendah dengan kaki dibuka dan ditekuk. Pola tersebut menggambarkan gerakan menyerupai cara berjalan bebek.

Sementara itu, terdapat gerakan dengan posisi tubuh rendah dan kaki dibuka lebar. Gerakan tersebut dilakukan secara berpasangan dan berhadap-hadapan. Kepala masing-masing penari bergerak ke kanan dan kiri secara berlawanan arah.

Baca Juga: Reog Kendang Tulungagung: Dari Perantauan Gemblak hingga Warisan Budaya Daerah

Aba-aba Pengendang Jadi Penentu Perpindahan

Selain kemampuan penari, pengendang memiliki peran penting dalam pertunjukan Reog Kendang. Aba-aba dari pengendang menjadi penanda pergantian gerakan.

Karena tidak terdapat ketentuan baku mengenai susunan 12 gerakan, rangkaian tari dapat disesuaikan dengan kebutuhan pementasan.

Gerak menguak sumur, misalnya, dilakukan secara berulang dengan pola kaki kanan ke depan dan belakang.

Saat kaki kanan berada di depan, kepala menunduk dengan pandangan ke bawah. Ketika kaki bergerak ke belakang, pandangan diarahkan ke depan.

Kemudian ada gerak meja kecil. Posisi tubuh membungkuk dengan kaki dibuka lebar. Kaki kanan digerakkan ke samping sebanyak tiga kali dengan arah berbeda.

Pada gerakan ketiga, kaki kanan ditekuk membentuk sudut sekitar 45 derajat dengan ujung jari kaki dalam posisi jinjit.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa Reog Kendang bukan sekadar pertunjukan yang mengandalkan tabuhan kendang. Setiap gerakan memiliki pola tubuh dan kaki yang harus dilakukan secara tepat dan kompak.

Karena itu, penguasaan 12 gerakan menjadi bagian penting bagi penari untuk menjaga karakter dan kekhasan Reog Kendang Tulungagung.

Perpaduan antara gerak, irama kendang, aba-aba pengendang, serta kekompakan penari menjadi kekuatan utama kesenian tradisional yang terus dipertahankan tersebut.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
kesenian tulungagung gerakan tari reog kendang tari tradisional tulungagung reog kendang tulungagung Budaya Tulungagung