HUT PPAL ke-40 di Madiun, Silaturahmi Purnawirawan TNI AL: Nguri-uri Budoyo jadi Agenda Utama

Anggi Septian A.P. • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:22 WIB
HUT PPAL ke-40 digelar besok di Madiun dengan olahraga bersama, silaturahmi, dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.(Diolah dengan Ai)
HUT PPAL ke-40 digelar besok di Madiun dengan olahraga bersama, silaturahmi, dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.(Diolah dengan Ai)

MADIUN - Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, akan menjadi titik temu para purnawirawan TNI Angkatan Laut, Sabtu (29/8) besok.

Dalam rangka memperingati HUT PPAL ke-40, rangkaian kegiatan akan diisi olahraga bersama, silaturahmi, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Kegiatan tersebut disiapkan sebagai momentum mempererat persaudaraan antaranggota PPAL.

Sejumlah rayon akan hadir, di antaranya PPAL Rayon Madiun, Rayon Jombang dan Rayon Tulungagung.

Perwakilan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) juga dijadwalkan mengikuti kegiatan.

Mayor Jenderal (Mar) (Purn) I Made Wahyu Santoso, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda memperingati hari ulang tahun organisasi.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat tali silaturahmi para purnawirawan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk bersilaturahmi, berkumpul bersama dan menjaga kebersamaan antaranggota PPAL,” ujar mantan Danpuspomal tahun 2022.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu pagi dengan olahraga bersama. Para anggota PPAL dari berbagai rayon akan berkumpul dalam suasana kekeluargaan.

Setelah olahraga, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi antaranggota dan undangan yang hadir.

Menurut pria yang hobi nggowes, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para purnawirawan untuk kembali mempererat hubungan yang telah terjalin sejak masa pengabdian sebagai prajurit TNI AL.

Sejumlah pejabat PPAL juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Ketua PPAL Pusat Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, S.E., M.M., bersama Ketua PIPAL Pusat Ny. Vero Yudo Margono.

Turut dijadwalkan hadir Ketua PPAL Wilayah Laksamana Muda TNI (Purn) Sudaryanto serta Pembina PPAL Rayon Tulungagung Laksamana Muda TNI (Purn) Harry Yuwono. Sejumlah pejabat PPAL Pusat dan pejabat PIPAL Pusat juga akan mengikuti rangkaian kegiatan.

Memasuki malam hari, suasana Desa Garon akan semakin semarak. Panitia telah menyiapkan pagelaran wayang kulit sebagai penutup rangkaian HUT PPAL ke-40.

Pagelaran tersebut akan mengangkat lakon “Mbangun Taman Maerokoco” dengan dalang Ki Sigit Aryanto. Pertunjukan juga akan dimeriahkan dagelan Abah Kirun dan Gareng Semarang. Pagelaran wayang kulit tersebut akan berlangsung semalam suntuk.

Tidak hanya keluarga besar PPAL, pagelaran wayang kulit tersebut juga terbuka bagi masyarakat setempat. Sejumlah pejabat dan masyarakat dijadwalkan hadir menyaksikan pertunjukan seni tradisional Jawa tersebut.

Bagi Made Wahyu, kehadiran wayang kulit dalam rangkaian peringatan HUT PPAL ke-40 memiliki makna tersendiri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan budaya Jawa agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat.

“Ketua kami, Laksamana Yudo, pecinta budaya. Ini juga bagian nguri-uri budaya Jawa,” katanya.

Karena itu, peringatan HUT PPAL ke-40 kali ini tidak hanya mengedepankan kebersamaan antaranggota. Ada semangat untuk mempertemukan silaturahmi dengan kebudayaan lokal.

Sabtu besok, olahraga bersama akan menjadi pembuka kegiatan sejak pagi. Silaturahmi kemudian menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan.

Saat malam tiba, panggung wayang akan menjadi penutup. Kelir terbentang, gamelan mengalun, dan lakon “Mbangun Taman Maerokoco” akan dimainkan hingga semalam suntuk.

Desa Garon pun akan menjadi ruang pertemuan antara pengabdian, persaudaraan dan budaya Jawa.

Sebuah rangkaian kegiatan yang diharapkan tidak hanya mempererat hubungan keluarga besar PPAL, tetapi juga ikut menghadirkan semangat nguri-uri budaya Jawa di tengah masyarakat.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
HUT PPAL ke-40 I Made Wahyu Santoso madiun PPAL wayang kulit