Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengungkap Mitos Seputar Donat Fakta Menarik di Balik Camilan Berlubang Ini

Yoga Dany Damara • Selasa, 13 Mei 2025 | 13:35 WIB

 

Mitos seputar donat @drobotdean (freepik.com)
Mitos seputar donat @drobotdean (freepik.com)

Radar Tulungagung - Donat, si bulat manis dengan lubang di tengahnya, sudah lama menjadi camilan favorit banyak orang. Mulai dari yang klasik bertabur gula hingga yang penuh topping kekinian, donat selalu punya tempat di hati pencintanya. Tapi di balik kelezatannya, ternyata ada sejumlah mitos menarik dan kadang kocak yang berkembang di masyarakat. Yuk, kita kupas satu per satu!

 

 

1. Lubang di Tengah Donat Hanya Sekadar Gaya

 

Banyak yang mengira lubang di tengah donat hanyalah gaya-gayaan belaka. Padahal, ada alasan logis di balik desain ini. Ketika donat digoreng, bagian tengahnya sering kali tidak matang sempurna. Dengan membuat lubang, panas bisa menyebar merata, sehingga donat matang dengan sempurna luar-dalam. Jadi, bukan sekadar estetika ya!

 

 

2. Donat Itu Asli Amerika

 

Memang, donat modern sangat populer di Amerika, apalagi dengan kehadiran brand besar seperti Dunkin’ Donuts. Namun, asal-usul donat bisa ditelusuri jauh ke masa lalu, bahkan ke Belanda. Koloni Belanda di Amerika membawa resep “olykoek” atau “kue minyak” cikal bakal donat yang kita kenal sekarang. Jadi, sejarahnya bukan murni buatan Amerika.

 

 

3. Donat Pasti Manis

 

Mitos yang satu ini cukup umum. Faktanya, donat tidak selalu manis. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, donat bisa jadi camilan gurih. Contohnya, donat kentang isi abon atau donat dengan topping keju dan saus pedas. Jadi, donat itu fleksibel bisa jadi camilan manis atau gurih, tergantung selera.

 

 

4. Donat Tidak Bisa Sehat

 

Siapa bilang? Donat memang identik dengan gorengan dan gula, tapi kini banyak versi donat yang lebih sehat. Ada donat panggang (baked donuts) yang rendah minyak, bahkan donat berbahan dasar ubi, oatmeal, atau tepung almond. Ditambah topping yang lebih natural, kamu tetap bisa menikmati donat tanpa rasa bersalah.

 

 

5. Donat Hanya untuk Anak-Anak

 

Mungkin karena bentuknya lucu dan warnanya menarik, banyak yang menganggap donat sebagai camilan anak-anak. Tapi kenyataannya, donat digemari semua usia. Bahkan, banyak orang dewasa yang menjadikan donat sebagai teman kopi atau camilan kerja. Variasi rasa yang beragam juga membuatnya cocok untuk siapa saja.

 

Donat lebih dari sekadar camilan berlubang. Di balik tampilannya yang sederhana, ada sejarah, kreativitas, dan tentu saja berbagai mitos yang menarik untuk diulik. Jadi, lain kali saat kamu menggigit donat favoritmu, ingatlah bahwa kamu sedang menikmati sepotong budaya, sejarah, dan sedikit bumbu mitos!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Yoga Dany Damara
#mitos #donat #camilan