TULUNGAGUNG - Pernah merasa seperti terjatuh saat mulai tertidur, lalu tubuh tiba-tiba tersadar? Banyak orang mengalami hal ini, dan sering mengira itu bagian dari mimpi. Kondisi tersebut dikenal sebagai hypnic jerk.
Hypnic jerk yaitu respons spontan tubuh yang terjadi di awal fase tidur.
Hypnic jerk merupakan fenomena yang umum dan dialami oleh sebagian besar orang, terutama saat tubuh dalam kondisi lelah, stres, atau kurang tidur.
Meski terasa mengejutkan, kondisi ini tidak berbahaya dan biasanya berlangsung hanya dalam hitungan detik.
Yang membuat hypnic jerk terasa aneh adalah karena tubuh merespons seolah-olah dalam kondisi bahaya.
Otak yang mulai rileks bisa salah mengartikan proses itu sebagai tanda tubuh akan jatuh atau kehilangan kendali.
Akibatnya, muncul reaksi tiba-tiba yang terasa seperti tersentak, disertai mimpi singkat seperti terperosok, terpeleset, atau bahkan melayang.
Fenomena ini adalah bagian dari proses alami saat tubuh berpindah dari keadaan sadar ke tahap tidur non-REM. Dalam fase ini, otot mulai mengendur, detak jantung melambat, dan aktivitas otak menurun. Namun, transisi ini tidak selalu mulus.
Dalam beberapa kasus, otak justru memberi sinyal sebaliknya, seolah tubuh dalam kondisi yang perlu disadarkan kembali.
Faktor-faktor seperti stres tinggi, konsumsi kafein berlebihan, olahraga berat sebelum tidur, atau pola tidur tidak teratur bisa memperbesar kemungkinan terjadinya hypnic jerk.
Meskipun biasanya tidak perlu dikhawatirkan, jika fenomena ini terlalu sering terjadi dan mengganggu kualitas tidur, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli tidur.
Hypnic jerk bukan tanda penyakit atau gangguan psikologis, melainkan reaksi alami tubuh.
Meski terkadang disertai mimpi yang terasa nyata, ini hanyalah bagian dari proses tubuh menuju istirahat penuh.
Menjaga pola tidur yang baik dan menghindari stres berlebihan bisa membantu mengurangi frekuensi terjadinya fenomena ini.
Editor : Didin Cahya Firmansyah