Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenapa Menangis Bisa Menular? Begini Penjelasan Ilmiah Tentang Ikut Menangis saat Melihat Orang Lain Menangis

Aini Nihayatul Khusna • Jumat, 4 Juli 2025 | 19:00 WIB

TULUNGAGUNG- Kenapa kita bisa ikut menangis saat melihat orang lain menangis?

Ternyata, menangis menular adalah fenomena yang nyata dan sudah dikaji dalam dunia psikologi dan neurosains.

Terkait menangis menular, itu respons bukan cuma soal kepekaan perasaan, tapi juga melibatkan sistem saraf, neuron cermin, dan empati emosional.

Menangis Bisa Menular: Ini Alasannya

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai emotional contagion atau penularan emosi.

Saat kita melihat seseorang menangis, kita secara otomatis bisa ikut merasa sedih, tersentuh, dan akhirnya ikut menangis juga.

Peneliti Elaine Hatfield menjelaskan bahwa penularan emosi terjadi karena kita tanpa sadar meniru ekspresi dan emosi orang lain.

Kita "tertular" kesedihan mereka, meski kita tidak terlibat langsung dalam situasinya.

Peran Neuron Cermin dalam Menangis Menular

Fenomena ikut menangis dijelaskan oleh keberadaan mirror neurons atau neuron cermin.

Hal ini adalah sel saraf di otak yang aktif saat kita melakukan sesuatu, dan juga saat kita melihat orang lain melakukannya.

Ketika kamu melihat orang lain menangis maka neuron cermin di otakmu ikut aktif dan otak memproses emosi yang ditampilkan orang tersebut

Kamu ikut merasakan emosi itu secara fisik dan emosional

Inilah mengapa kamu bisa ikut menangis hanya karena melihat atau mendengar tangisan orang lain.

Empati Emosional: Kunci Respons Ikut Menangis

Empati emosional adalah kemampuan untuk benar-benar merasakan apa yang orang lain rasakan. 

Ini berbeda dengan empati kognitif yang hanya memahami perasaan tanpa ikut larut di dalamnya.

Menurut penelitian dari Tilburg University oleh Dr. Ad Vingerhoets, menangis bersama adalah salah satu bentuk empati paling tulus.

Hal ini merupakan cara manusia menunjukkan kepedulian, dukungan, dan koneksi emosional yang mendalam.

Proses Biologis: Oksitosin dan Aktivasi Otak

Saat kita ikut menangis, ada reaksi biologis yang terjadi:

1. Amygdala (pengatur emosi) menjadi aktif

2. Insula memproses hubungan antara emosi dan reaksi fisik

3. Hormon oksitosin dilepaskan, yang memperkuat rasa kedekatan dan empati

Hormon ini juga yang membuat kita merasa lega setelah menangis, atau merasa lebih dekat dengan orang yang menangis bersama kita.

Tidak Semua Orang Mengalami Menangis Menular

Walaupun umum, tidak semua orang akan ikut menangis saat melihat orang lain menangis.

Hal ini bisa dipengaruhi oleh:

1. Tingkat empati alami

2. Lingkungan sosial dan budaya

3. Kondisi psikologis seperti alexithymia (kesulitan mengenali emosi) atau gangguan spektrum autisme

Namun secara umum, menangis bersama adalah sinyal sosial yang sehat. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#mirror neurons #menangis menular