Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Hutan Bakau, Salah Satu Solusi Pengendalian Emisi dan Peluang Ekonomi Berkelanjutan

Sefia Putri Nurhidayah • Selasa, 15 Juli 2025 | 14:15 WIB
Pohon bakau yang menyimpan berbagai manfaat bagi alam dan manusia.
Pohon bakau yang menyimpan berbagai manfaat bagi alam dan manusia.

TULUNGAGUNG - Hutan bakau banyak dijumpai di pesisir pantai atau muara sungai. Salah satu fungsi pohon bakau yakni untuk menahan abrasi karena memiliki akar yang kuat menahan ombak. 

Selain itu, hutan bakau memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. 

Kemampuan hutan bakau dalam menyerap CO2 dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan negara melalui perdagangan karbon. 

Perdagangan karbon adalah mekanisme pasar yang dirancang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ke atmosfer.

Melalui sistem ini, perusahaan atau negara dapat melakukan transaksi jual beli "kredit karbon" yang mewakili hak untuk mengeluarkan sejumlah emisi yang telah ditetapkan.

Jika suatu pihak menghasilkan emisi yang lebih sedikit daripada batas ketentuan emisi yang dikeluarkan, maka pihak tersebut berhak menjual sisa kuota yang dimiliki kepada pihak lain yang mengeluarkan emisi lebih banyak daripada ketentuan yang telah ditetapkan.

Perdagangan karbon melalui hutan bakau adalah bagian dari mekanisme carbon trading atau carbon offset, dimana hutan bakau dimanfaatkan sebagai penyerap karbon. 

Sebenarnya, pohon bakau memiliki kemampuan atau daya serap karbon yang sama dengan jenis pohon lainnya. Namun pohon bakau memiliki kemampuan untuk menyimpan karbon biru, yakni karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir seperti rawa-rawa.

Perdagangan karbon memiliki potensi ekonomi yang tinggi, mencapai 8000 dolar AS per hektare per tahun.

Namun, tentu saja dalam setiap peluang bisnis memiliki hambatan atau tantangan. Dalam perdagangan karbon, tantangan yang dihadapi adalah skala perdagangan.

Dalam perdagangan karbon, skalanya harus besar, namun hutan bakau yang dikelola masyarakat masih dalam skala kecil. Sementara itu, skala besar pengelolaan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan atau konglomerat.

Pohon bakau memiliki fungsi ekologis, diantaranya adalah penahan abrasi karena memiliki akar yang kuat menahan ombak, mengurangi erosi pantai, dan melindungi garis pantai dari abrasi.

Selain itu, pohon bakau membantu penyaringan limbah dan zat pencemar dari darat sebelum masuk ke laut. 

Pohon bakau juga merupakan tempat hidup, berkembang biak, dan mencari makan berbagai biota laut.

Pohon bakau kaya akan senyawa steroid, saponin, flavonoid, dan tannin. Saponin adalah senyawa kimia alami yang terdapat pada berbagai jenis tumbuhan dan memiliki sifat mirip sabun, yaitu mampu membentuk busa ketika dikocok dalam air.

Penggunaan saponin sebagai alternatif pengganti detergen berbahan kimia dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.

Pemanfaatan pohon bakau semaksimal mungkin dapat mendulang pendapatan masyarakat pesisir dan pendapatan negara. 

Hutan bakau bisa menjadi sumber mata pencaharian seperti hasil laut dan eco-tourism. Selain itu, beberapa jenis bakau dapat dimanfaatkan kayunya sebagai arang, pewarna alami, atau kerajinan.

Sayangnya, potensi pohon bakau kurang dimanfaatkan secara maksimal baik oleh masyarakat ataupuan pemerintah.

Bahkan beberapa oknum 'nakal' melakukan eksploitasi hutan bakau demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan kelestariannya. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Peluang Ekonomi #hutan bakau