TULUNGAGUNG- Kulit bayi yang masih sangat sensitif membutuhkan perawatan khusus agar tetap sehat, lembut, dan terhindar dari iritasi.
Di tengah maraknya produk perawatan bayi berbahan kimia, banyak ibu di Tulungagung yang masih memilih cara alami dan tradisional untuk merawat kulit buah hatinya.
Perawatan kulit bayi ala Tulungagung tidak hanya aman, tetapi juga sudah terbukti secara turun-temurun. Bahan-bahan alami dari dapur atau kebun sendiri menjadi pilihan utama, karena minim risiko dan cocok dengan iklim tropis khas Tulungagung.
Mandi dengan Air Rebusan Daun Sirih
Salah satu cara paling populer yang masih dipraktikkan oleh ibu-ibu di Tulungagung adalah memandikan bayi dengan air rebusan daun sirih. Daun sirih mengandung antiseptik alami yang baik untuk kulit bayi, terutama untuk mencegah ruam, biang keringat, dan infeksi ringan.
Cara Penggunaan:
- Rebus 5–7 lembar daun sirih segar dalam 1 liter air
- Biarkan hingga hangat, lalu gunakan untuk membilas tubuh bayi setelah mandi bias
Manfaat: Mengatasi gatal-gatal ringan, Menjaga kebersihan kulit bayi secara alami, Mencegah iritasi popok dan ruam.
Pijat Bayi dengan Minyak Kelapa Murni (Minyak Klentik)
Minyak kelapa buatan sendiri, yang sering disebut “minyak klentik”, adalah rahasia perawatan kulit bayi yang sangat umum di desa-desa Tulungagung. Minyak ini dibuat dengan cara memasak santan kelapa hingga keluar minyak murni tanpa campuran bahan kimia.
Manfaat pijat dengan minyak kelapa:
- Melembapkan kulit bayi secara alami
- Membantu pertumbuhan dan peredaran darah
- Menenangkan bayi sebelum tidur
Menggunakan Bedak Dingin Tradisional
Bedak dingin yang terbuat dari beras dan kencur juga menjadi salah satu warisan perawatan bayi di Tulungagung. Biasanya digunakan saat cuaca panas untuk mencegah biang keringat.
Menjemur Bayi di Pagi Hari
Di berbagai daerah Tulungagung, kebiasaan menjemur bayi di pagi hari masih dilakukan hingga sekarang. Selain memperkuat tulang melalui vitamin D alami, menjemur bayi juga membantu mencegah penyakit kuning pada bayi baru lahir.
Waktu terbaik antara pukul 06.30 – 08.00 pagi, jemur selama 10–15 menit, gunakan kain tipis atau bedong, dan pastikan mata bayi tidak langsung terkena sinar matahari.
Perawatan kulit bayi tidak harus selalu bergantung pada produk bermerek. Itulah metode alami ala Tulungagung seperti mandi daun sirih, pijat dengan minyak kelapa, dan penggunaan bedak dingin tradisional, terbukti aman, murah, dan efektif menjaga kesehatan kulit bayi.
Kearifan lokal ini patut dilestarikan sebagai warisan budaya yang relevan hingga kini.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri