Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jajan Pasar di Tulungagung yang Namanya Nggak Nyambung Sama Bentuknya

Yoga Dany Damara • Senin, 28 Juli 2025 | 12:00 WIB
Dengar kata getuk lindri, kita mungkin bayangin kue lembut dan lentur. Tapi versi Tulungagung kadang keras kayak baru keluar kulkas.
Dengar kata getuk lindri, kita mungkin bayangin kue lembut dan lentur. Tapi versi Tulungagung kadang keras kayak baru keluar kulkas.

TULUNGAGUNG - Tulungagung bukan cuma terkenal dengan marmer dan pantainya, tapi juga soal jajanan pasar yang bikin kening berkerut sekaligus perut lapar.

Di pasar-pasar tradisional Tulungagung, ada banyak camilan legendaris yang namanya nggak ada hubungannya sama sekali dengan bentuk, isi, atau rasanya.

Tapi jangan salah, justru itulah yang bikin unik dan bikin kangen ketika berada di Tulungagung!

1. Kue Mata Sapi, Tapi Nggak Punya Mata

Namanya sih “kue mata sapi”, tapi jangan berharap nemu mata, apalagi telur. Bentuknya justru lebih mirip bulatan berlapis ketan dan unti kelapa, warnanya mencolok, dan rasanya manis legit.

Nggak ada yang tahu kenapa disebut mata sapi mungkin karena bentuk bulatnya?

JanBaca Juga: Jajan Seribuan di SD Tulungagung Masih Ada Telur Gulung dan Rasa Nostalgia

2. Getuk Lindri yang Kaku

Dengar kata getuk lindri, kita mungkin bayangin kue lembut dan lentur. Tapi versi Tulungagung kadang keras kayak baru keluar kulkas.

Warnanya memang menggoda ungu, pink, putih berlapis rapi tapi soal kelenturan? Jangan terlalu berharap. Untungnya rasanya tetap nikmat, apalagi dimakan bareng teh panas.

3. Ongol-Ongol yang Nggak Lengket

Biasanya ongol-ongol dikenal dengan tekstur kenyal dan lengket. Tapi versi Tulungagung kadang lebih padat, mirip dodol yang sudah disuruh serius.

Taburan kelapa parutnya tetap bikin nagih, tapi nama dan rasa kadang nggak satu suara.

4. Kue Lumpur yang Kering

Namanya lumpur, tapi kok teksturnya kering dan padat? Kue lumpur khas Tulungagung ini justru punya permukaan yang mulus dan keras di luar, tapi tetap lembut di dalam. Mungkin “lumpur” di sini cuma metafora ya?

5. Kue Apem yang Nggak Mengembang

Biasanya apem dikenal mengembang manis, tapi ada apem khas desa yang justru pipih dan padat. Rasanya sih tetap enak, apalagi dimakan bareng kelapa parut dan gula cair. Tapi bentuknya jauh dari ekspektasi!

Meski nama-namanya membingungkan, jajan pasar di Tulungagung ini tetap punya tempat spesial di hati warga lokal. Mereka bukan cuma makanan, tapi bagian dari memori masa kecil, acara kenduri, atau bekal buat nonton pertunjukan wayang di balai desa.

Jadi, kapan terakhir kali kamu bingung sama nama jajanan pasar? Atau malah itu alasan kamu beli terus? (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #pasar #Jajan