Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh dan Teknologi Transportasi Modern

M Filzaa Aulia N • Selasa, 29 Juli 2025 | 19:15 WIB
Whoosh, Kereta Cepat Jakarta-Bandung: yang membawa utang segunung bagi Indonesia.
Whoosh, Kereta Cepat Jakarta-Bandung: yang membawa utang segunung bagi Indonesia.

JAKARTA - Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh menjadi ikon baru dalam sistem transportasi Indonesia. Ini adalah kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang mampu memangkas waktu perjalanan secara drastis.

Dengan kecepatan hingga 350 km/jam, Whoosh menghubungkan dua kota besar dalam waktu hanya 36–44 menit. Tak hanya cepat, kereta ini juga menawarkan kenyamanan tinggi dengan kapasitas 601 penumpang dan layanan ramah difabel.

Kereta cepat Whoosh ini menggunakan rangkaian CR400AF dengan fitur canggih seperti cabin noise reduction. Fitur ini membuat getaran dan suara bising jadi minim saat melaju.

Interiornya terdiri dari tiga kelas layanan: first class, business, dan economy. Masing-masing dirancang ergonomis untuk memberi pengalaman berkendara yang premium, luas, dan tenang.

Operasi dan Perawatan oleh Konsorsium Dua Negara

Pengoperasian dan perawatan Whoosh dikelola konsorsium antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan China Railway Engineering Corporation. Biaya operasional tahunan disepakati tidak melebihi Rp 1 triliun.

Sempat terjadi selisih penawaran besar dari pihak Cina dan Indonesia. Namun akhirnya, konsorsium sepakat memulai kerja sama. Semua sistem operasional, dari kontrol hingga perawatan kereta, telah berjalan penuh dan stabil.

Transfer Teknologi dan Pelatihan SDM Lokal

Kereta cepat Jakarta Bandung Whoosh menggunakan 100% teknologi Cina. Namun, Indonesia tengah menyiapkan ribuan tenaga kerja lokal agar operasional bisa sepenuhnya dijalankan oleh SDM dalam negeri.

Sebanyak 1.100 tenaga kerja disiapkan melalui pelatihan di Politeknik Perkeretaapian Madiun dan kampus teknik di Cina. Hingga kini, 489 personel telah menyelesaikan pelatihan dan mulai terlibat dalam operasional lapangan.

Pengalihan tanggung jawab dilakukan perlahan dalam kurun waktu 1–2 tahun. Tiap posisi teknis diganti secara satu per satu dengan tenaga lokal yang sudah terlatih. Targetnya, posisi penting seperti masinis, teknisi EMU, dan petugas OCC (Operation Control Center) bisa dijalankan oleh SDM Indonesia sepenuhnya. 

Dukungan Layanan Kebersihan dari KAI Services Resclean

Menjaga kebersihan kereta cepat Jakarta Bandung Whoosh menjadi prioritas untuk mendukung pengalaman penumpang. PT Reska Multi Usaha (RMU) atau KAI Services bertugas dalam hal ini. Mereka menangani kebersihan dalam perjalanan (on board cleaning) dan kebersihan stasiun serta kereta sebelum keberangkatan.

KAI Services telah meluncurkan Aplikasi Mobile K2 untuk mempermudah pengawasan kegiatan para petugas kebersihan. Sistem ini membuat manajemen dan kepala stasiun dapat melacak pekerjaan secara real-time.

Lebih dari 5.900 personel kebersihan dikerahkan di berbagai wilayah kerja, memastikan kenyamanan seluruh fasilitas perkeretaapian nasional, termasuk stasiun dan rangkaian kereta cepat.

Infrastruktur Stasiun dengan Konsep TOD

Setiap stasiun Whoosh dibangun dengan konsep *Transit Oriented Development* atau TOD. Konsep ini mengintegrasikan kereta dengan berbagai moda transportasi lainnya agar perpindahan penumpang lebih mudah.

Stasiun juga dilengkapi fasilitas modern seperti area kuliner, ruang tunggu luas, pusat informasi, serta penyewaan kendaraan. Bagi pelaju rutin, tersedia kartu "Frequent Whoosher" untuk pembelian tiket lebih praktis.

Kereta cepat Jakarta Bandung Whoosh menjadi tonggak penting dalam transformasi transportasi publik. Dari kecepatan hingga pelibatan SDM lokal, semua elemen dikerahkan demi mewujudkan sistem transportasi modern dan berkelanjutan. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#transportasi modern #Kereta Cepat Jakarta Bandung #WHOOSH