Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terancam Punah, Berikut Fakta Dugong Duyung Laut Asli Indonesia

Naufal Shafa Diya • Selasa, 29 Juli 2025 | 19:30 WIB

 

Dugong atau biasa dikenal sebagai Duyung di Indonesia
Dugong atau biasa dikenal sebagai Duyung di Indonesia

TULUNGAGUNG - Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan keanekaragaman hayati laut.

Salah satu hewan laut yang unik dan langka yang hidup di perairan Indonesia adalah dugong. Mamalia laut ini sering disebut juga sebagai duyung dalam budaya lokal.

Keberadaan dugong sangat penting bagi ekosistem laut, namun sayangnya kini terancam punah akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.

Ciri-Ciri Dugong. Dugong adalah mamalia laut herbivora yang hidup di perairan tropis dan dangkal. Beberapa ciri khas dugong antara lain:

Memiliki tubuh besar dengan panjang hingga 3 meter dan berat mencapai 400 kilogram.

Kulit berwarna abu-abu gelap hingga kecokelatan, kadang disertai bintik-bintik.

Mempunyai moncong melengkung ke bawah yang digunakan untuk merumput di dasar laut.

Hidup di wilayah perairan yang memiliki padang lamun, karena lamun adalah makanan utamanya.

Dugong sangat lamban dan tenang. Gerakannya yang tidak agresif membuatnya rentan terhadap gangguan dari manusia maupun predator.

Habitat Dugong di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara penting bagi kelangsungan hidup dugong karena memiliki wilayah laut yang luas dan kaya lamun. Beberapa wilayah yang diketahui menjadi habitat dugong antara lain:

 

Teluk Bintuni, Papua Barat, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Pulau Alor dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Dugong biasanya ditemukan di perairan dangkal, tenang, dan kaya lamun tumbuhan laut yang mirip rumput dan tumbuh di dasar laut.

Status Konservasi: Terancam Punah

Menurut data dari IUCN (International Union for Conservation of Nature), dugong termasuk dalam kategori vulnerable (rentan punah). Populasinya menurun drastis karena beberapa alasan:

Kerusakan habitat lamun akibat pencemaran, reklamasi, dan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Tertangkap jaring nelayan secara tidak sengaja.

Perburuan liar, karena daging dan minyak dugong dianggap bernilai tinggi. Gangguan aktivitas wisata bahari yang tidak terkendali.
Hilangnya habitat dan perburuan adalah ancaman serius bagi kelangsungan hidup hewan ini.

Upaya Pelestarian Dugong:

Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi dugong dari kepunahan. Beberapa upaya tersebut antara lain:

Melindungi habitat lamun melalui kawasan konservasi laut. Sosialisasi kepada masyarakat pesisir untuk tidak menangkap atau mengganggu dugong. Monitoring populasi dan penelitian ilmiah untuk mendukung program konservasi.

Pengembangan ekowisata berbasis konservasi, seperti di Alor dan Wakatobi.
Dukungan dari masyarakat, nelayan, serta wisatawan sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup dugong di alam liar.

Dugong adalah salah satu kekayaan laut Indonesia yang perlu kita jaga bersama. Keberadaannya tidak hanya penting untuk ekosistem laut, tetapi juga merupakan bagian dari warisan alam Indonesia. Dengan kesadaran dan kepedulian kita semua, dugong masih bisa diselamatkan dari kepunahan.

Mari lestarikan laut Indonesia, agar generasi mendatang masih bisa mengenal dan melihat langsung dugong di habitat aslinya.

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Dugong #Hewan Yang Terancam Punah #indonesia