Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tips untuk Warga Tulungagung Biar Pisang Tidak Cepat Busuk, Simak Cara Menyimpannya dengan Benar

Friesta Cahya Ramadhani • Kamis, 31 Juli 2025 | 15:00 WIB
Waktu terbaik makan pisang (freepik.com)
Waktu terbaik makan pisang (freepik.com)

TULUNGAGUNG—⁠Buah pisang merupakan salah satu jenis buah yang paling sering dibeli masyarakat Tulungagung.

Selain rasanya yang manis dan mudah dikonsumsi, pisang juga cocok dijadikan camilan, campuran kolak, hingga pelengkap sarapan warga Tulungagung.

Namun, pisang dikenal cepat matang dan akhirnya membusuk sebelum sempat habis dikonsumsi. Agar pisang yang disimpan di rumah tidak cepat lembek atau berubah warna, berikut lima trik sederhana yang dapat diterapkan warga Tulungagung agar pisang lebih awet dan tidak mudah rusak.

1. Pisahkan dari Buah Lain

Pisang menghasilkan gas alami bernama etilen. Gas ini mempercepat proses pematangan. Apabila disimpan bersama buah lain seperti apel, mangga, atau alpukat yang juga menghasilkan gas etilen, maka proses pembusukan akan berlangsung lebih cepat.

Sebaiknya pisang disimpan secara terpisah dari buah lainnya. Letakkan di wadah terbuka dan jauhkan dari buah-buahan lain agar pematangan tidak berlangsung terlalu cepat.

 2. Bungkus Ujung Tangkai dengan Plastik atau Aluminium Foil

Bagian ujung tangkai pisang merupakan titik utama keluarnya gas etilen. Dengan menutup bagian tersebut menggunakan plastik pembungkus atau aluminium foil, pengeluaran gas dapat ditekan sehingga memperlambat proses pematangan.

Langkah ini cukup mudah dilakukan. Ambil plastik atau aluminium foil, lalu bungkus rapat bagian atas tangkai pisang, terutama yang menghubungkan satu sisir. Jika memungkinkan, bungkus satu per satu agar hasilnya lebih efektif.

3. Gantung Pisang, Hindari Meletakkannya di Alas

Pisang yang digantung akan lebih tahan lama karena tidak mengalami tekanan dari permukaan benda lain. Sebaliknya, jika diletakkan langsung di atas meja atau piring, bagian bawah pisang dapat memar dan mempercepat proses pembusukan.

Saat ini telah tersedia gantungan khusus untuk menyimpan pisang yang dapat digunakan di dapur. Jika tidak tersedia, pisang dapat digantung dengan tali di tempat teduh. Pastikan posisinya tidak menempel pada permukaan keras.

4. Simpan di Tempat Sejuk dan Tidak Lembap

Menyimpan pisang di dalam lemari pendingin tidak disarankan karena dapat menyebabkan kulitnya cepat menghitam. Namun, suhu panas juga mempercepat pembusukan.

Tempat terbaik untuk menyimpan pisang adalah ruangan dengan suhu sejuk, sirkulasi udara yang baik, dan tidak lembap.

Dapur bagian dalam yang tidak langsung terkena sinar matahari bisa menjadi pilihan yang tepat. Kondisi penyimpanan yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur pada kulit pisang.

5. Bekukan Pisang yang Sudah Terlalu Matang

Pisang yang telah terlalu matang tetap dapat dimanfaatkan. Kupas kulitnya, potong-potong, lalu simpan dalam wadah tertutup sebelum dimasukkan ke dalam lemari pembeku.

Pisang beku tersebut bisa diolah menjadi bahan smoothie, campuran bolu, atau dicampurkan ke dalam bubur oat. Rasanya tetap enak dan kandungan gizinya pun masih terjaga.

Dengan menerapkan lima cara di atas, pisang yang ada di rumah dapat bertahan lebih lama tanpa cepat rusak. Tidak perlu bingung menghadapi pisang yang tiba-tiba menghitam sebelum sempat dimanfaatkan.

Cara ini praktis, ekonomis, dan sangat cocok diterapkan di rumah-rumah warga Tulungagung yang terbiasa membeli pisang dalam jumlah banyak. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pisang #tulungagung #buah #menyimpan pisang