TULUNGAGUNG- Istilah gaslighting sering muncul di media sosial, terutama dalam konteks hubungan yang tidak sehat.
Banyak orang menggunakan kata gaslighting, tapi tidak semuanya benar-benar memahami artinya.
Padahal, gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional yang sangat berbahaya dan bisa membuat seseorang meragukan kewarasan atau persepsinya sendiri.
Yuk bahas apa itu gaslighting, ciri-cirinya, contohnya, dan kenapa kamu harus tahu agar tidak terjebak dalam hubungan yang merusak.
Apa Itu Gaslighting?
Gaslighting adalah tindakan manipulasi psikologis di mana seseorang membuat orang lain meragukan realitas, memori, atau perasaannya sendiri.
Istilah ini berasal dari film tahun 1944 berjudul Gaslight, di mana seorang suami secara perlahan membuat istrinya percaya bahwa dia sedang kehilangan akal sehat.
Pelaku gaslighting biasanya membolak-balikkan fakta, memutar kata-kata, dan membuat kamu merasa bersalah atau salah paham, padahal sebenarnya mereka yang bermasalah.
Ciri-Ciri Kamu Mengalami Gaslighting
Berikut beberapa tanda umum bahwa kamu sedang mengalami gaslighting:
1. Kamu sering meminta maaf, bahkan untuk hal yang bukan salahmu.
2. Kamu merasa bingung atau ragu terhadap ingatanmu sendiri.
3. Pendapat dan perasaanmu selalu dianggap salah atau berlebihan.
4. Kamu sering merasa “tidak cukup baik”.
5. Setelah bertemu atau berbicara dengan orang itu, kamu merasa lelah mental.
6. Orang itu suka berkata: "Kamu terlalu sensitif", "Itu cuma bercanda", atau "Kamu salah ingat."
Contoh Gaslighting dalam Kehidupan Sehari-hari
Kamu melihat pasanganmu ngobrol intens dengan orang lain, lalu dia berkata, "Kamu halu banget, kamu cemburuan aja."
Kamu bilang kamu sakit hati karena ucapannya, lalu dia menjawab, "Itu cuma becandaan, kamu lebay banget."
Kamu ingat jelas pernah dijanjikan sesuatu, tapi dia berkata, "Aku nggak pernah janji apa-apa, kamu aja yang salah ingat."
Hal-hal seperti ini bisa membuat kamu kehilangan kepercayaan pada pikiran dan perasaan sendiri?
Kenapa Gen Z Harus Tahu Tentang Gaslighting?
Gaslighting bukan hanya terjadi dalam hubungan romantis, tapi juga bisa muncul di pertemanan, keluarga, bahkan di tempat kerja atau sekolah. Di era digital seperti sekarang, kesehatan mental jadi prioritas, dan memahami gaslighting adalah langkah awal untuk melindungi diri.
Gen Z dikenal sebagai generasi yang terbuka terhadap isu kesehatan mental, tapi tetap perlu mengenali bentuk-bentuk manipulasi yang halus tapi membahayakan
Cara Menghadapinya
1. Percaya pada perasaan dan intuisi sendiri.
2. Catat kejadian atau kata-kata yang terasa menyakitkan.
3. Bicarakan dengan teman terpercaya atau profesional.
4. Jangan ragu menjaga jarak dari orang yang merusak kesehatan mentalmu.
5. Jika perlu, cari bantuan psikolog atau konselor.
Gaslighting bisa menghancurkan rasa percaya diri dan membuat kamu terjebak dalam hubungan tidak sehat tanpa sadar.
Maka dari itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal. Jangan takut untuk mencari bantuan dan melindungi diri sendiri. Kamu berhak merasa didengar, dihargai, dan dicintai dengan sehat. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah