TULUNGAGUNG - Perilaku kucing yang tampak "acuh" telah menimbulkan pertanyaan apakah kucing benar-benar memahami manusia, atau mereka hanya tidak peduli?
Dibandingkan dengan anjing yang terkenal responsif, kucing sering dianggap tidak mampu memahami atau merespons perintah. Namun, sejumlah peneliti ingin mengetahui apakah asumsi ini benar.
Studi ilmiah tentang komunikasi antara manusia dan kucing mulai meningkat, dan hasilnya mengejutkan, kucing tidak hanya mengenali suara pemiliknya, mereka juga memahami perintah atau panggilan, tetapi secara sadar memilih kapan meresponsnya.
Studi ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kucing sebenarnya memahami komunikasi manusia, termasuk panggilan nama mereka, namun mereka sering memilih untuk tidak menanggapinya.
Dalam penelitian ini, sebanyak 78 kucing domestik dijadikan subjek, berasal dari lingkungan rumah dan kafe kucing.
Peneliti merekam suara pemilik kucing dan tiga orang asing, masing-masing memanggil nama kucing secara bergantian. Setelah itu, suara-suara tersebut diputar di hadapan kucing untuk mengamati respons mereka. Respons yang dicatat meliputi gerakan telinga, kepala, ekor, ekspresi mata, dan mengeong.
Awalnya, peneliti memutar kata-kata netral seperti “meja” atau “kursi”, kemudian memanggil nama kucing, baik oleh pemilik maupun orang asing.
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar kucing memberikan respons ketika mendengar nama mereka, terutama jika suara itu berasal dari pemilik.
Mereka menunjukkan gerakan kecil seperti memutar telinga atau kepala ke arah suara. Namun, meskipun mereka merespons, banyak kucing tidak datang atau mendekat.
Ini membuktikan bahwa kucing mendengar dan memahami panggilan, tetapi memilih untuk tidak menaatinya.
Studi ini menyimpulkan bahwa kucing memiliki kemampuan kognitif sosial yang baik dan bisa membedakan suara pemilik dengan orang asing.
Namun karena sifat alami kucing yang mandiri, mereka tidak merasa perlu selalu merespons perintah manusia seperti anjing. Kucing cenderung selektif dan hanya merespons saat merasa perlu atau saat ada motivasi, seperti makanan atau belaian.
Baca Juga: Tidak Hanya Lucu: 5 Alasan Kenapa Kucing Suka Memijat Kita
Oleh karena itu, pengabaian kucing bukanlah tanda bahwa mereka tidak paham, melainkan bentuk pilihan sadar. Peneliti merekomendasikan pemilik kucing untuk menggunakan pendekatan berbasis kepercayaan dan penguatan positif, serta memahami bahasa tubuh kucing agar komunikasi lebih efektif.
Penelitian ini membuka pemahaman baru bahwa kucing bukan hewan peliharaan yang cuek atau tidak peduli, melainkan makhluk cerdas yang penuh pertimbangan dalam bertindak.
Kucing itu cerdas, bukan acuh. Studi ini membantah anggapan bahwa kucing tidak peduli pada manusia. Mereka sebenarnya cerdas dan penuh perhitungan, hanya saja tidak patuh secara buta seperti anjing.
Mereka memilih kapan harus merespons berdasarkan pertimbangan mereka sendiri. Jadi, jika kucing Anda tampak "mengabaikan" Anda, percayalah mereka tahu Anda memanggil, hanya saja mereka belum tertarik untuk menanggapi. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah