Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sekilas Layaknya Flamingo, Berikut Ciri Khas Burung Roseate Spoonbill Si Paruh Mirip Sendok

Savina Ayu Wardani • Kamis, 7 Agustus 2025 | 22:54 WIB

Burung Roseate Spoonbill (Platalea ajaja) adalah salah satu spesies burung air paling mencolok yang bisa ditemukan di wilayah Amerika, terutama di Amerika Selatan, Tengah, dan Serikat.
Burung Roseate Spoonbill (Platalea ajaja) adalah salah satu spesies burung air paling mencolok yang bisa ditemukan di wilayah Amerika, terutama di Amerika Selatan, Tengah, dan Serikat.

RADAR TULUNGAGUNG - Burung Roseate Spoonbill (Platalea ajaja) adalah salah satu spesies burung air paling mencolok yang bisa ditemukan di wilayah Amerika, terutama di Amerika Selatan, Tengah, dan bagian selatan Amerika Serikat.

Dengan bulu merah muda cerah dan paruh berbentuk seperti sendok, burung Roseate Spoonbill mampu menarik perhatian siapa saja yang melihatnya.

Baca Juga: Burung Anis Merah: Primadona Kicau dengan Keindahan yang Mempesona

Burung Roseate Spoonbill memiliki tampilan yang sangat khas dan mudah dikenali, dengan bulu yang didominasi warna merah muda hingga merah terang.

Sehingga secara sekilas burung Roseate Spoonbill mirip dengan Flamingo bagi yang awam.

Warna ini didapatkan Roseate Spoonbill dari pigmen makanan yang disebut karatenoid yang diperoleh dari memakan udang dan hewan air kecil lainnya.

Individu muda biasanya lebh pucat dibandingkan buruh dewasa. Ciri paling mencolok lainnya ada pada paruh panjang, lebar, dan pipih menyerupai sendok di ujungnya, digunakan untuk berburu makann di air dangkal dengan cara menyaring.

Baca Juga: Cendrawasih, Burung Surga yang Hampir Punah dan Harus Kita Lindungi

Roseate Spoobill memiliki tiggi sekitar 80-90 sentimeter, dan lebar rentang sayapnya bisa mencapai 1,2 meter.

Ukurannya membuat burung ini termasuk besar di antara burung lain. Kepala bagian atas burung ini tidak berbulu dan biasanya berwarna hijau keabu-abuan, memberikan tampilan kontras dengan bulu merah muda pada tubuhnya.

Roseate Spoonbill adalah burung air yang bergantung pada ekosistem perairan dangkal. Habitat utamanya meliputi rawa air asin, muara sungai, laguna, hutan bakau, dan pantai berlumpur.

Roseate Spoonbill adalah pemakan oportunis. Paruh mereka yang lebar berfungsi sangat baik untuk menangkap makanan di dalam air.

Cara makannya sangat khas. Mereka berjalan perlahan di air dangkal sambal mengayunkan paruhnya dari sisi ke sisi.

Baca Juga: Punya Kicauan Mistis, Burung Kedasih Menyimpan Fakta Unik Antara Mitos dan Kepercayaan Tradisional

Saat paruhnya menyentuh mangsa seperti udang, ikan kecil, siput, atau serangga air, paruh langsung menutup otomatis berkat reflek.

Mereka sering mencari makan secara berkelompok, terutama di pagi dan sore hari saat suhu tidak terlalu anas.

Roseate Spoonbill adalah burung sosial yang suka hidup dan berkembang biak secara berkelompok.

Mereka membuat sarang di pohon dekat perairan, menggunakanranting dan dedaunan, merekan sering bersarang dengan burung liar lain seperti ibis, bangau, atau pelikan.

Dalam satu musim, betina bertelur 2-4 butir, dan telur-telur tersebut dierami bergantian oleh induk jantan dan betina selama sekitar 22-24 hari.

Anak burung mulai terbang setelah usia 5-6 minggu dan tetap tinggal bersama koloni beberapa waktu sebelum mandiri.

Baca Juga: Burung Emprit di Sawah Tulungagung Hiburan Gratis Tiap Pagi yang Tak Ternilai

Bukan Flamingo: Meskipun warnanya serupa, Roseate Spoonbill dan flamingo berasal dari keluarga berbeda.

Flamingo berasal dari famili Phoenicopteridae, sedangkan spoonbill termasuk dalam famili Threskiornithidae.

Kehadiran Roseate Spoonbill menjadi penanda kualitas lingkungan, khususnya lahan basah. Jika mereka hadir, berarti lingkungan tersebut masih alami dan kaya sumber makanan.

Di masa lalu, bulunya pernah diburu untuk industri fesyen. Kini, kerusakan habitat dan pencemaran air menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup mereka.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#unik #flamingo #Mengenal #burung eksotis #roseate spoonbill