RADAR TULUNGAGUNG - Ketika mendengar kata “komunikasi,” kita mungkin langsung membayangkan percakapan antara manusia atau suara-suara dari hewan.
Tapi tahukah kamu bahwa tumbuhan juga bisa saling berkomunikasi, meski tanpa mulut, suara, atau bahasa seperti kita?
Meskipun tampak diam dan pasif, tumbuhan ternyata memiliki cara tersendiri untuk berbagi informasi dengan sesamanya.
Mereka bisa memberi peringatan, berbagi nutrisi, hingga merespons ancaman dari lingkungan sekitar.
Tumbuhan memang tidak berbicara seperti manusia, tapi mereka menggunakan sinyal kimia, sentuhan, dan bahkan suara ultra-rendah untuk berinteraksi.
Berikut beberapa cara utama tumbuhan saling berkomunikasi:
Melalui Sinyal Kimia di Udara
Ketika tumbuhan diserang oleh hama atau penyakit, mereka melepaskan senyawa kimia volatil ke udara sebagai sinyal peringatan.
Tumbuhan lain di sekitarnya bisa “mencium” sinyal ini dan segera mengaktifkan mekanisme pertahanan sebelum diserang.
Contoh nyatanya adalah pohon akasia di Afrika. Saat digigit jerapah, pohon ini mengeluarkan zat tanin yang membuat daunnya menjadi pahit.
Tidak hanya itu, pohon akasia lain di dekatnya pun mulai memproduksi tanin hanya karena mendeteksi sinyal kimia tersebut.
Melalui Akar dan Jaringan Tanah
Tumbuhan juga berkomunikasi lewat akar mereka dengan bantuan jaringan jamur mikoriza di dalam tanah.
Jaringan ini dijuluki sebagai "Wood Wide Web", karena fungsinya mirip dengan internet yang menghubungkan berbagai pohon dan tanaman.
Melalui jaringan ini, tumbuhan bisa:
Mengirim nutrisi ke tanaman lain (terutama anak atau sesama spesies), memberi peringatan tentang kondisi buruk serta menyebarkan informasi jika ada ancaman.
Menggunakan Sentuhan
Beberapa tumbuhan juga bereaksi terhadap sentuhan dari tumbuhan lain atau lingkungan.
Misalnya, tanaman merambat bisa merasakan kehadiran objek di sekitarnya dan akan tumbuh mendekat serta melilitinya sebagai bentuk komunikasi fisik.
Menghasilkan Getaran atau Suara
Penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa akar tumbuhan bisa mengeluarkan suara dalam frekuensi yang sangat rendah (infrasonik), yang bisa dideteksi oleh akar tumbuhan lain di dekatnya.
Meskipun belum sepenuhnya dipahami, temuan ini membuka kemungkinan bahwa tumbuhan memiliki bentuk komunikasi yang lebih kompleks dari yang kita bayangkan.
Mengapa Tumbuhan Berkomunikasi
Komunikasi antar tumbuhan memiliki tujuan penting bagi kelangsungan hidup mereka, di antaranya:
- Perlindungan diri dari hama dan penyakit, berbagi nutrisi dengan tanaman lemah atau muda, menentukan ruang tumbuh agar tidak saling mengganggu dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar
- Dengan saling memberi sinyal, tumbuhan mampu bekerja sama dan membentuk komunitas yang saling mendukung.
Fakta menarik lainnya yaitu tanaman kacang akan menghindari tumbuh terlalu dekat dengan "saudara" dari biji yang sama, namun tidak keberatan dengan tanaman asing.
Pohon-pohon tua bisa “mengasuh” bibit muda dengan mengirimkan nutrisi tambahan melalui jaringan akar bawah tanah.
Serta tanaman tomat yang diberi sinyal stres dari tanaman lain akan memperkuat pertahanannya meskipun belum diserang.
Jadi, apakah tumbuhan bisa saling berkomunikasi? Jawabannya Ya, bisa!
Meski tidak dengan kata-kata, tumbuhan memiliki sistem komunikasi yang kompleks dan canggih melalui sinyal kimia, akar, sentuhan, dan bahkan suara.
Temuan ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang kehidupan tumbuhan, tetapi juga memperkuat betapa luar biasanya dunia alam di sekitar kita. ****
Editor : Dharaka R. Perdana