Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ikan Blobfish: Fakta Menarik dan Peran Pentingnya bagi Ekosistem Laut

Siti Fadhilah Salsabila • Rabu, 13 Agustus 2025 | 06:00 WIB
Ikan Blobfish yang berasal dari laut dalam di perairan Australia. (FACEBOOK HENTHRYAS)
Ikan Blobfish yang berasal dari laut dalam di perairan Australia. (FACEBOOK HENTHRYAS)

RADAR TULUNGAGUNG - Blobfish (Psychrolutes marcidus) adalah ikan laut dalam asal perairan Australia dan Selandia Baru yang terkenal gara-gara penampilannya “meleleh” yang aneh.

Tapi tenang, di habitat aslinya yakni kedalaman 600–1.200 meter, dia nggak seaneh itu.

Bentuk uniknya adalah adaptasi agar bisa bertahan hidup di tekanan air super tinggi.

Selain viral karena wajah aneh nya, blobfish punya peran penting sebagai penjaga keseimbangan ekosistem laut dalam.

Blobfish hidup di laut dalam dengan kedalaman 600 hingga 1.200 meter di lepas pantai Australia, Tasmania, dan Selandia Baru.

Lingkungan ini memiliki tekanan air 60–120 kali lebih besar dibanding di permukaan laut.

Tidak seperti kebanyakan ikan, blobfish tidak memiliki gelembung renang.

Baca Juga: Sederet Fakta Belut listrik, Ikan Penguasa Sungai yang Mematikan Di Amazon

Sebagai gantinya, tubuhnya terdiri dari jaringan gelatin dengan kepadatan sedikit lebih rendah daripada air, yang memungkinkannya melayang tanpa mengeluarkan banyak energi.

Di habitat aslinya, blobfish tampak seperti ikan biasa dengan bentuk tubuh padat.

Namun saat dibawa ke permukaan, tekanan rendah membuat tubuhnya mengembang dan jaringan gelatinnya mengendur, menciptakan tampilan "meleleh" yang terkenal itu.

Blobfish adalah predator pasif. Mereka tidak mengejar mangsa, melainkan menunggu makanan lewat di dekatnya.

Makanannya meliputi krustasea kecil, kepiting laut dalam, dan moluska yang bergerak lambat.

Blobfish biasanya tumbuh hingga 30 cm panjangnya dan memiliki umur yang diperkirakan mencapai sekitar 10 tahun di alam liar.

Sebagai predator laut dalam, blobfish membantu mengontrol populasi invertebrata kecil, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem di dasar laut.

Blobfish sering tertangkap secara tidak sengaja dalam trawl fishing (penangkapan ikan dengan jaring dasar laut).

Habitatnya yang terbatas membuat populasinya rentan menurun.

Baca Juga: Setiap Warna Bisa Mempengaruhi Perasaan Manusia, Begini Penjelasannya

Blobfish belum secara resmi masuk daftar IUCN sebagai spesies terancam punah, namun para ilmuwan menganggap mereka spesies yang rentan dan perlu dilindungi dari aktivitas penangkapan berlebihan.

Blobfish mungkin terkenal karena penampilannya yang unik dan sering dijadikan bahan candaan, tetapi hewan ini adalah contoh adaptasi sempurna untuk hidup di lingkungan ekstrem.

Perlindungan habitat laut dalam sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidupnya.(*)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ikan #blobfish #ekosistem laut