Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ciri-Ciri Anak Psikopat Bisa Muncul sejak Usia 2 Tahun, Orang Tua Wajib Waspada

Rinto Wahyu Hidayat • Jumat, 15 Agustus 2025 | 01:15 WIB
Mengenali gejala psikopat sejak dini pada anak sangat penting, terutama bagi para orang tua di Tulungagung.(pinterest.com/jufmaike)
Mengenali gejala psikopat sejak dini pada anak sangat penting, terutama bagi para orang tua di Tulungagung.(pinterest.com/jufmaike)

TULUNGAGUNG – Tidak semua anak yang suka membantah atau berbohong adalah nakal biasa. 

Di balik perilaku tersebut, bisa saja tersembunyi gangguan kepribadian serius seperti psikopat. 

Para peneliti menyebut bahwa gejala awal psikopat dapat muncul bahkan sejak anak berusia 2 tahun. 

Temuan ini penting untuk diketahui oleh para orang tua di Tulungagung agar dapat memberikan penanganan dini sebelum terlambat.

Dalam dunia psikologi, istilah “psikopat” mengacu pada karakteristik tertentu seperti tidak punya empati, suka memanipulasi, dan tidak merasa bersalah. 

Meski bukan diagnosis resmi, istilah ini sangat umum digunakan untuk menggambarkan individu yang menunjukkan perilaku menyimpang. 

Di lingkungan Tulungagung, gejala ini perlu mendapat perhatian, terlebih banyak anak menunjukkan perubahan perilaku akibat pola asuh yang kurang tepat atau pengaruh lingkungan.

Menurut pedoman American Psychiatric Association, ciri-ciri ini disebut sebagai callous-unemotional traits (CU traits). 

Artinya, anak cenderung tidak peduli pada perasaan orang lain, tidak menunjukkan emosi yang wajar, dan tidak punya rasa bersalah atas tindakannya. 

Beberapa sekolah dan psikolog anak di Tulungagung telah mulai memperhatikan tanda-tanda ini sebagai bagian dari evaluasi perilaku murid.

Sebuah studi dari Universitas Michigan menemukan bahwa anak-anak usia 2 hingga 4 tahun yang menunjukkan lima tanda ini berisiko lebih tinggi mengembangkan perilaku psikopatik:

1. Tidak merasa bersalah setelah berbuat salah. 

2. Tidak jera meski sudah dihukum. 

3. Tidak mau berbagi. 

4. Sering berbohong tanpa alasan jelas. 

5. Cenderung menyakiti orang lain secara diam-diam. 

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa tanda-tanda gangguan ini bisa terdeteksi sangat dini. 

Di Tulungagung, orang tua dianjurkan lebih peka terhadap perubahan sikap anak, terutama jika anak menunjukkan pola kebohongan yang berulang atau kurang empati terhadap sesama.

Ketika anak-anak ini tumbuh menjadi remaja, mereka bisa menunjukkan perilaku yang lebih ekstrem, seperti menyiksa hewan atau bahkan menikmati kekerasan. 

Meskipun jarang, beberapa kasus kekerasan pada hewan di Tulungagung ternyata dilakukan oleh anak-anak yang mengalami gangguan perilaku dan tidak mendapatkan penanganan sejak kecil.

Psikopati pada anak tidak hanya ditunjukkan melalui tindakan fisik, tetapi juga dalam bentuk manipulasi sosial, seperti berbohong untuk keuntungan pribadi atau membujuk orang lain melakukan kesalahan. 

Di wilayah seperti Tulungagung, penting bagi guru dan orang tua untuk bekerja sama memantau tanda-tanda ini melalui komunikasi yang terbuka dan pengawasan yang konsisten.

Untuk menilai apakah seorang anak mengalami gangguan psikopat, para profesional biasanya menggunakan alat bernama Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI). 

Tes ini mengukur gejala seperti:

- Sifat tidak jujur dan manipulatif. 

- Tidak memiliki empati. 

- Narsisme atau merasa diri paling penting. 

- Impulsif dan tidak mampu menahan keinginan. 

- Tidak bertanggung jawab atas tindakannya. 

Beberapa psikolog anak di Tulungagung telah mulai mengenalkan metode ini dalam sesi konseling agar bisa mengetahui risiko perilaku antisosial sedini mungkin. 

Hasil dari tes ini tidak untuk melabeli anak, tetapi sebagai dasar untuk perawatan dan terapi yang sesuai.

Menariknya, tidak semua psikopat tumbuh menjadi penjahat. 

Banyak dari mereka justru menjadi pemimpin bisnis, politisi, hingga wirausahawan sukses berkat kemampuan manipulatif dan dingin dalam mengambil keputusan. 

Namun, tanpa kontrol dan bimbingan sejak dini, kemampuan ini bisa berubah menjadi ancaman bagi lingkungan. 

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Tulungagung untuk memahami bahwa psikopati bukan vonis, melainkan sinyal untuk intervensi dini.

Kesimpulannya, mengenali gejala psikopat sejak dini pada anak sangat penting, terutama bagi para orang tua di Tulungagung. 

Jangan anggap enteng jika anak sering berbohong atau menunjukkan sikap tidak peduli terhadap perasaan orang lain. 

Dengan perhatian, pendampingan, dan bantuan profesional, anak-anak dengan gejala ini masih bisa tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berempati.(rin)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#psikologi #gejala awal #anak #psikopat