RADAR TULUNGAGUNG - Paus dikenal sebagai hewan laut terbesar di dunia, dengan ukuran tubuh yang luar biasa dan mulut yang sangat besar. Tapi tahukah kamu bahwa tenggorokan nya sangat kecil?
Yup, ini bukan sekadar rumor! Di artikel ini, kamu akan menemukan fakta ilmiah mengejutkan tentang tenggorokan paus, yang akan menghancurkan mitos lama tentang paus pemakan manusia.
Paus seperti paus biru, hewan terbesar di planet ini, memiliki mulut yang bisa muat hingga satu ton makanan dalam satu kali buka.
Tapi, meskipun mulutnya besar, tenggorokannya hanya seukuran jeruk Bali atau sekitar 10–15 sentimeter saja.
Baca Juga: Sederet Fakta Belut listrik, Ikan Penguasa Sungai yang Mematikan Di Amazon
Alhasil paus biru hanya bisa menelan makanan berukuran kecil seperti krill, plankton, dan ikan kecil.
Kenapa Tenggorokan Paus Kecil?
Paus jenis baleen (paus penyaring) seperti paus biru, paus bungkuk, dan paus sei, tidak memiliki gigi. Mereka menyaring makanan menggunakan struktur mirip sisir yang disebut baleen plates.
Karena mereka tidak makan mangsa besar, tenggorokan mereka tidak berevolusi untuk menelan objek besar seperti manusia.
Baca Juga: 10 Jenis Bunga Aesthetic yang Cocok untuk Foto Instagramable, Ada yang dari Negeri Kincir Angin
Bagaimana dengan Paus Sperma atau Orca?
Berbeda dengan paus baleen, paus sperma dan orca (paus pembunuh) memiliki gigi dan mampu menelan mangsa yang lebih besar.
Bahkan paus sperma mampu melahap cumi-cumi raksasa dan memiliki tenggorokan yang lebih besar.
Tapi, belum ada kasus ilmiah yang membuktikan manusia pernah ditelan oleh paus sperma.
Orca adalah predator yang bisa memangsa anjing laut dan lumba-lumba, tapi tidak dikenal menyerang atau menelan manusia di alam liar.
Baca Juga: Setiap Warna Bisa Mempengaruhi Perasaan Manusia, Begini Penjelasannya
Secara teori, paus sperma adalah paus yang paling bisa menelan manusia karena tenggorokannya lebih luas. Namun, tidak ada bukti nyata paus pernah menelan manusia secara utuh.
Nah meski terlihat menyeramkan dan super besar, paus bukan ancaman bagi manusia dalam hal ditelan hidup-hidup.
Tenggorokan mereka terlalu kecil, dan sistem pencernaannya hanya dirancang untuk menangani mangsa kecil.
Jadi, kalau kamu takut berenang di laut karena bayang-bayang "ditelan paus", kamu bisa bernapas lega. Paus lebih tertarik pada plankton daripada manusia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana