TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu berada di kelas, rapat, atau bus, lalu melihat seseorang menguap, dan tanpa sadar kamu ikut menguap juga?
Fenomena ini disebut contagious yawning atau menguap menular.
Uniknya, hal ini terjadi hampir pada semua orang, dan sains punya jawabannya.
1. Menguap Itu Alami dan Bermanfaat
Menguap bukan sekadar tanda ngantuk. Penelitian menunjukkan bahwa menguap membantu meningkatkan aliran oksigen ke otak dan menurunkan suhu otak agar tetap segar.
Jadi, meski sering dianggap kebiasaan, sebenarnya ini adalah mekanisme tubuh yang penting.
2. Menguap Bisa Menular karena Otak Kita
Saat melihat orang lain menguap, bagian otak yang disebut mirror neurons ikut aktif.
Mirror neurons ini bertugas meniru perilaku yang kita lihat sehingga otak secara otomatis menyalin aksi menguap tersebut.
3. Hubungannya dengan Empati
Menariknya, penelitian menemukan bahwa orang yang punya tingkat empati tinggi lebih mudah tertular menguap.
Artinya, kemampuan kita ikut merasakan emosi orang lain berhubungan erat dengan fenomena ini.
4. Hewan Juga Bisa Menguap Menular
Bukan hanya manusia, hewan seperti simpanse, anjing, hingga burung parkit juga bisa tertular menguap.
Fakta ini semakin memperkuat teori bahwa menguap menular adalah bentuk komunikasi sosial dan ikatan emosional.
5. Tidak Semua Orang Tertular
Meski umum terjadi, tidak semua orang mudah tertular. Faktor usia, kondisi otak, dan tingkat kelelahan memengaruhi apakah seseorang akan ikut menguap saat melihat orang lain menguap.
Menguap menular bukanlah hal mistis, melainkan reaksi alami otak kita.
Jadi, jika kamu ikut menguap saat melihat orang lain melakukannya, itu pertanda bahwa otakmu sehat dan sistem sosialmu bekerja dengan baik.
Editor : Vidya Sajar Fitri