Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengapa Konten Video Pendek Lebih Populer daripada Artikel? Ini Alasannya

Naufal Shafa Diya • Jumat, 22 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Di era digital seperti sekarang, video pendek lebih disukai daripada artikel panjang.
Di era digital seperti sekarang, video pendek lebih disukai daripada artikel panjang.

RADAR TULUNGAGUNG - Di era digital seperti sekarang, konten video pendek semakin mendominasi dunia internet.

Mulai dari TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts, hampir semua platform berlomba-lomba menyajikan video pendek atau video berdurasi singkat.

Tapi, kenapa video pendek lebih disukai dibandingkan artikel panjang atau konten yang butuh waktu lama untuk dikonsumsi? Yuk, kita bongkar faktanya!

1. Perhatian Manusia Semakin Pendek

Menurut penelitian, rata-rata rentang perhatian manusia kini hanya sekitar 8 detik!

Itu artinya, otak kita cenderung memilih konten yang bisa cepat dicerna dan langsung memberikan informasi inti.

Video pendek menjawab kebutuhan ini karena ringkas, jelas, dan menarik.

2. Visual Lebih Mudah Diterima Otak

Otak manusia memproses gambar dan video 60.000 kali lebih cepat daripada teks.

Itulah sebabnya, video pendek yang penuh visual lebih mudah dipahami dan diingat daripada artikel panjang yang memerlukan konsentrasi lebih tinggi.

3. Memberikan Hiburan Cepat

Video pendek memberikan hiburan instan. Kamu bisa menonton 10 video berbeda hanya dalam beberapa menit.

Sementara itu, membaca satu artikel panjang bisa memakan waktu lebih dari 5 menit. Di era serbacepat, efisiensi waktu adalah kunci.

4. Algoritma Platform Lebih Memihak Video

TikTok, Instagram, dan YouTube kini mengutamakan video pendek dalam algoritmanya.

Semakin cepat video dikonsumsi, semakin besar peluangnya untuk viral.

Jadi, wajar saja kalau orang lebih banyak terpapar video pendek dibandingkan artikel panjang.

5. FOMO dan Efek Sosial Media

Video pendek sering dibuat dengan tren dan tantangan terbaru, membuat penonton merasa takut ketinggalan (FOMO).

Artikel panjang biasanya butuh waktu riset lebih lama sehingga kalah cepat menyajikan tren yang sedang booming.

Kalau kamu mau kontenmu cepat viral, mulailah memanfaatkan video pendek.

Gunakan hook di 3 detik pertama, visual yang menarik dan dinamis, narasi singkat dan mudah diingat, gunakan tren musik dan hashtag populer.

Video pendek lebih disukai karena mudah dipahami, cepat dinikmati, dan relevan dengan gaya hidup digital saat ini.

Namun, artikel panjang masih tetap penting untuk pembahasan mendalam.

Jadi, kuncinya ada pada memadukan keduanya agar informasi dan hiburan bisa seimbang.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#digital #artikel #fomo #konten #video pendek