Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dejavu: Pertanda Spiritual atau Kesalahan Otak? Ternyata Begini Penjelasannya

Resma Putri Anggraini • Jumat, 22 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Pernah merasa momen ini sudah terjadi sebelumnya? Itulah yang disebut dejavu. Sekelebat rasa familiar yang bikin merinding.(pinterest.com)
Pernah merasa momen ini sudah terjadi sebelumnya? Itulah yang disebut dejavu. Sekelebat rasa familiar yang bikin merinding.(pinterest.com)

RADAR TULUNGAGUNG- Pernahkah kamu mengalami dejavu ketika berada di suatu tempat atau situasi tertentu?

Dejavu adalah fenomena unik yang membuat kita merasa seolah-olah hal tersebut sudah pernah terjadi.

Sensasi dejavu sering menimbulkan pertanyaan, apakah hanya kebetulan? Sebuah pertanda? Atau ada penjelasan ilmiahnya?

Dejavu berasal dari bahasa Prancis yang berarti “sudah pernah melihat”.

Fenomena ini menggambarkan pengalaman ketika seseorang merasa suatu kejadian atau situasi yang sedang dialami terasa sangat familiar, padahal itu baru pertama kali terjadi.

Menurut penelitian, sekitar 60–70 persen orang pernah mengalami dejavu.

Fenomena ini sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa, khususnya antara 15 sampai 25 tahun.

Perasaan ini dapat muncul secara tiba-tiba ketika kamu berada di lingkungan yang belum pernah dikunjungi, berinteraksi dengan orang baru, atau bahkan saat melakukan rutinitas harian.

Sensasinya seperti kenangan yang familiar muncul begitu saja.

Fenomena dejavu masih menjadi misteri, tetapi terdapat beberapa teori yang dapat menjelaskannya.

1. Gangguan Ingatan Sesaat 

Otak kita menyimpan ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Dejavu bisa terjadi ketika informasi baru “terselip” ke memori jangka panjang secara tidak sengaja.

Akibatnya, otak menganggap pengalaman baru tersebut seperti sesuatu yang sudah pernah dialami.

2. Proses Otak yang Tidak Sinkron

Beberapa ilmuwan percaya dejavu terjadi karena otak terlambat memproses informasi visual.

Saat otak sedikit terlambat mengirim sinyal antara kedua belahan otak, muncullah sensasi familiar yang membingungkan.

3. Kemiripan dengan Pengalaman Terdahulu 

Baca Juga: Psikologi Orang Kaya di Tulungagung: Pola Pikir Sukses yang Bisa Ditiru Siapa Saja, bukan Hal Eksklusif dan Dimiliki Segelintir Orang

Teori ini menyatakan bahwa munculnya fenomena devaju berkaitan erat dengan proses seseorang dalam menyimpan dan mengingat pengalaman.

Dejavu bisa muncul ketika seseorang menghadapi peristiwa yang mirip dengan pengalaman masa lalu, tetapi ia tidak benar-benar mengingatnya.

Contohnya, ketika di masa kecil kamu pernah mendatangi suatu tempat, lalu tanpa disadari berkunjung kembali ke lokasi yang sama saat dewasa sehingga muncul rasa familiar terhadap tempat itu. Perasaan inilah yang sering ditafsirkan sebagai dejavu.

Baca Juga: Sudahi Bermain Smartphone di Ruang Gelap, Ternyata Simpan Banyak Dampak Buruk

4. Gangguan Listrik Otak

Menurut teori ini, dejavu muncul akibat adanya gangguan ringan pada aktivitas listrik di otak. Gangguan tersebut menimbulkan impuls atau aliran listrik yang tidak sepenuhnya normal, mirip dengan kondisi yang dialami penderita epilepsi.

Namun, berbeda dengan epilepsi, gangguan listrik ini hanya berlangsung sesaat dan tidak memengaruhi fungsi otak secara keseluruhan.

5. Kelelahan dan Stres

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kelelahan dan stress dapat memicu kemungkinan mengalami dejavu.

Dejavu biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Dejavu lebih sering dialami ketika seseorang sedang lelah atau stres.

Fenomena ini tidak berbahaya, tetapi jika terjadi sangat sering dan disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Dejavu sering kali dianggap sebagai pertanda mistis atau supranatural oleh sebagian orang, misalnya dikaitkan dengan pengalaman masa lalu, reinkarnasi, atau firasat.

Baca Juga: 21 Agustus, Sejarah Pencurian Lukisan Fenomenal Mona Lisa yang Menggemparkan Dunia

Namun, secara ilmiah dejavu dijelaskan sebagai fenomena psikologis dan neurologis yang berkaitan dengan cara otak memproses memori dan persepsi.

Jadi, dejavu bukan pertanda mistis, melainkan respons otak yang membuat kita merasa seolah-olah pernah mengalami suatu peristiwa, padahal sebenarnya baru pertama kali mengalaminya.***

 

 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#memori #dejavu #fenomena #kejadian masa lalu