RADAR TULUNGAGUNG - Bulan sering dianggap istimewa karena dekat dengan bumi dan terlihat jelas di langit malam.
Namun, banyak orang masih salah paham dengan menyebut Bulan sebagai salah satu planet.
Artikel ini membahas fakta yang menjelaskan kenapa Bulan bukan planet, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan seputar status bulan dalam tata surya.
Secara astronomi, Bulan dikategorikan sebagai satelit alami. Satelit alami adalah benda langit yang mengorbit sebuah planet.
Dalam hal ini, Bulan mengorbit Bumi, bukan Matahari secara langsung. Itulah alasan utama mengapa Bulan tidak bisa disebut sebagai planet.
Planet didefinisikan sebagai benda langit yang memenuhi tiga kriteria menurut International Astronomical Union (IAU).
Yaitu mengorbit langsung mengelilingi matahari, memiliki massa yang cukup untuk berbentuk bulat karena gravitasi sendiri, dan mampu "membersihkan" jalur orbitnya dari benda langit lain.
Bulan hanya memenuhi poin kedua (berbentuk bulat), tetapi tidak memenuhi poin pertama dan ketiga. Oleh karena itu, status Bulan bukanlah planet.
Bulan adalah satelit alami terbesar kelima di tata surya. Ukurannya memang lebih kecil dibanding planet, tetapi tetap cukup besar sehingga memengaruhi kehidupan di Bumi, terutama pada fenomena pasang surut air laut.
Berbeda dengan planet yang langsung mengorbit Matahari, Bulan selalu bergerak mengelilingi Bumi. Waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran penuh disebut periode orbit, yaitu sekitar 27,3 hari.
Baca Juga: Mitos Bulan Selo: Mengapa Warga Tulungagung Enggan Gelar Pernikahan?
Planet biasanya memiliki atmosfer, meskipun tipis, seperti Mars. Bulan tidak memiliki atmosfer yang stabil karena gravitasi permukaannya terlalu lemah untuk menahan gas.
Hal ini membuat suhu Bulan sangat ekstrem, panas di siang hari bisa mencapai 127°C dan dingin di malam hari bisa turun hingga -173°C.
Karena tidak ada atmosfer dan air dalam jumlah besar, Bulan tidak bisa mendukung kehidupan seperti planet Bumi.
Kondisi permukaannya tandus, penuh kawah akibat hantaman meteor, dan tidak memiliki perlindungan alami dari radiasi kosmik.
Terkait asal-usulnya, para ilmuwan menduga Bulan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu akibat tabrakan besar antara Bumi purba dengan benda langit seukuran Mars (disebut Theia).
Fragmen dari tabrakan tersebut kemudian bergabung dan menjadi Bulan yang kita kenal sekarang.
Baca Juga: 5 Zodiak Paling Beruntung di Bulan April 2025: Manfaatkan Momentum Positif!
Meskipun bukan planet, Bulan memiliki peran penting. Gravitasi Bulan mengendalikan pasang surut air laut, mempengaruhi stabilitas rotasi Bumi, bahkan mungkin berperan dalam mendukung perkembangan kehidupan di Bumi.
Bulan bukan planet, melainkan satelit alami Bumi. Ia tidak mengorbit Matahari secara langsung dan tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan lintas orbitnya.
Meski begitu, Bulan tetap sangat penting bagi kehidupan di Bumi, mulai dari pengaruhnya terhadap pasang surut laut hingga perannya dalam menjaga kestabilan rotasi planet kita.
Keindahan Bulan di malam hari hanyalah salah satu daya tariknya. Di balik itu, Bulan menyimpan banyak fakta ilmiah menarik yang terus diteliti hingga sekarang.
Editor : Dharaka R. Perdana