Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fakta Sains: Kita Tidak Pernah Benar-Benar Menyentuh Apapun, Ini Alasannya

Savina Ayu Wardani • Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Banyak orang beranggapan bahwa ketika kita menyentuh meja, kursi, atau bahkan tangan orang lain, kulit kita benar-benar bersentuhan langsung dengan permukaan benda tersebut.
Banyak orang beranggapan bahwa ketika kita menyentuh meja, kursi, atau bahkan tangan orang lain, kulit kita benar-benar bersentuhan langsung dengan permukaan benda tersebut.

TULUNGAGUNG - Banyak orang beranggapan bahwa ketika kita menyentuh meja, kursi, atau bahkan tangan orang lain, kulit kita benar-benar bersentuhan langsung dengan permukaan benda tersebut.

Namun kenyataannya, menurut ilmu fisika modern, kita sama sekali tidak pernah melakukan kontak fisik yang sesungguhnya.

Hal ini disebabkan oleh sifat dasar atom, khususnya elektron, yang saling tolak-menolak ketika berdekatan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan rinci berbagai fakta ilmiah menarik di balik fenomena ini.

Atom dan Elektron: Dasar dari Fenomena Sentuhan

Atom terdiri dari inti atom yang berisi proton bermuatan positif dan neutron netral, serta elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti.

Elektron ini menempati kulit atau orbit di bagian terluar atom.

Ketika tubuh kita mendekati benda lain, elektron pada atom-atom di kulit luar tubuh kita akan berhadapan dengan elektron milik atom benda tersebut.

Karena elektron memiliki muatan yang sama, yaitu negatif, maka secara hukum fisika keduanya akan saling tolak-menolak.

Fenomena inilah yang menciptakan batas tak terlihat antara kita dan benda lain.

Kita Tidak Pernah Benar-Benar Bersentuhan

Meskipun terasa nyata ketika tangan kita menyentuh permukaan meja, kenyataannya atom tubuh kita tidak pernah menyatu atau bersentuhan langsung dengan atom meja.

Yang terjadi hanyalah interaksi gaya elektromagnetik antar elektron.

Jadi, “sentuhan” yang kita alami sebenarnya hanyalah hasil dari gaya tolak-menolak pada tingkat atom.

Sensasi Sentuhan Hanya Persepsi Otak

Alasan mengapa kita merasa benar-benar menyentuh sesuatu adalah karena sistem saraf kita merespons gaya tolak tersebut.

Reseptor di kulit kita sangat sensitif terhadap tekanan. Ketika elektron tubuh kita menolak elektron benda lain, terciptalah dorongan kecil yang ditangkap reseptor saraf.

Dorongan ini dikirim ke otak dalam bentuk sinyal listrik, lalu otak menafsirkannya sebagai sensasi sentuhan.

Dengan kata lain, rasa menyentuh benda hanyalah persepsi yang diciptakan otak berdasarkan sinyal yang dikirim oleh saraf.

Jarak Antar Atom Sangat Kecil, Tapi Nyata

Walaupun atom tidak pernah benar-benar bersentuhan, jarak antar permukaan atom yang saling menolak ini sangatlah kecil, yaitu pada skala nanometer (satu per miliar meter).

Jarak ini terlalu kecil untuk bisa terlihat dengan mata telanjang, tetapi cukup untuk menciptakan sensasi nyata ketika kita menyentuh sesuatu.

Fakta ini menunjukkan bahwa dunia mikroskopis sangat berbeda dari apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Tolak-Menolak Atom Melindungi Struktur Tubuh

Fenomena tolak-menolak antar elektron juga memiliki fungsi vital bagi kehidupan.

Jika atom tubuh kita bisa menembus atom benda lain, tubuh kita akan dengan mudah melewati benda padat tanpa hambatan.

Hal ini tentu akan membuat dunia menjadi kacau, karena tidak ada batas yang jelas antara satu objek dengan objek lain.

Jadi, gaya tolak elektromagnetik antar elektron justru berperan penting dalam menjaga struktur dan kestabilan benda-benda di alam semesta.

Sama dengan Hukum Magnet

Tolak-menolak antar elektron dalam atom serupa dengan fenomena magnet.

Seperti halnya dua kutub magnet yang sama (misalnya kutub utara dengan kutub utara) akan saling menolak, elektron juga memiliki sifat serupa.

Karena muatan listrik yang sama akan saling menolak, elektron pada permukaan atom tubuh kita akan menolak elektron pada permukaan benda yang kita sentuh.

Prinsip Ini Dimanfaatkan dalam Teknologi Modern

Konsep tolak-menolak antar elektron tidak hanya penting dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dimanfaatkan dalam teknologi canggih.

Salah satu contohnya adalah kereta maglev (magnetic levitation).

Kereta ini dapat melayang di atas rel tanpa menyentuhnya sama sekali karena memanfaatkan gaya tolak elektromagnetik yang sangat kuat.

Dengan begitu, kereta bisa bergerak lebih cepat dan lebih halus karena tidak ada gesekan langsung dengan rel.

Fenomena ini adalah bukti nyata bagaimana prinsip dasar fisika pada atom bisa diterapkan dalam kehidupan modern.

Tanpa Fenomena Ini, Dunia Akan Berbeda Total

Bayangkan jika elektron tidak memiliki sifat tolak-menolak.

Tubuh manusia akan bisa menembus kursi, dinding, atau bahkan tanah, karena tidak ada batas antar atom.

Semua benda padat akan kehilangan bentuk dan struktur karena atom-atomnya bisa menembus satu sama lain tanpa hambatan.

Dunia seperti ini jelas tidak bisa dihuni makhluk hidup karena tidak ada stabilitas materi.

Jadi, sifat dasar elektron yang saling menolak adalah kunci keberadaan bentuk nyata di alam semesta.

Fakta bahwa atom dalam tubuh kita saling tolak-menolak dengan atom benda lain menunjukkan betapa luar biasanya hukum fisika yang bekerja di balik kehidupan sehari-hari.

Kita sebenarnya tidak pernah benar-benar bersentuhan dengan benda apa pun, karena yang terjadi hanyalah interaksi gaya elektromagnetik antar elektron.

Sensasi sentuhan hanyalah ilusi yang diciptakan oleh otak berdasarkan sinyal dari saraf kulit.

Tanpa adanya fenomena ini, dunia tidak akan memiliki batas yang jelas, dan benda padat tidak akan pernah ada dalam bentuk yang stabil.

Justru karena sifat dasar elektron yang saling menolak, tubuh kita bisa tetap utuh, benda bisa mempertahankan bentuknya, dan alam semesta bisa berfungsi dengan harmonis.

Jadi, setiap kali kamu menyentuh meja, kursi, atau bahkan kulit orang lain, ingatlah bahwa yang sebenarnya terjadi bukanlah kontak fisik sejati, melainkan tarian energi antar atom yang menjaga dunia tetap teratur dan stabil.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Bersentuhan #Atom #sains #fakta