Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Antara Meteor, Meteoroid, dan Meteorit: Benarkah yang Berukuran Besar Bisa Jatuh ke Bumi? Ini Penjelasannya

Siti Fadhilah Salsabila • Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:55 WIB

Meteor hanyalah tamu dari luar angkasa yang terbakar indah di atmosfer Bumi.
Meteor hanyalah tamu dari luar angkasa yang terbakar indah di atmosfer Bumi.

RADAR TULUNGAGUNG - Saat malam tiba dan langit cerah, mungkin kamu pernah melihat cahaya melesat cepat seperti bintang jatuh. Fenomena itu disebut meteor, bukan bintang sungguhan.

Meteor terjadi ketika benda kecil dari luar angkasa masuk ke atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar.

Lalu, bagaimana sebenarnya meteor bisa jatuh ke bumi? Apakah berbahaya? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita pahami proses dan penjelasan ilmiahnya.

Baca Juga: Menakjubkan, Berikut 10 Fakta yang Jarang Diketahui tentang Luar Angkasa

Proses Meteor Jatuh ke Bumi

1. Asal Usul Meteor

Meteor berasal dari meteoroid, yaitu pecahan kecil dari asteroid atau komet. Meteoroid bertebaran di tata surya, dan sebagian bisa tertarik oleh gravitasi Bumi.

2. Masuk ke Atmosfer

Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi, kecepatannya bisa mencapai 11–72 km per detik. Gesekan antara meteoroid dan lapisan udara membuat suhu benda itu meningkat hingga ribuan derajat Celsius.

3. Terbakar Menjadi Cahaya (Meteor)

Panas yang sangat tinggi membuat meteoroid menyala terang. Cahaya inilah yang terlihat dari Bumi sebagai meteor atau sering disebut bintang jatuh.

4. Sisa yang Mencapai Bumi (Meteorit)

Sebagian besar meteoroid habis terbakar di atmosfer. Tapi, jika ukurannya besar, ada bagian yang selamat dan jatuh ke permukaan bumi. Benda itu disebut meteorit.

Fenomena hujan meteor terjadi ketika bumi melewati jalur debu dari komet. Rata-rata setiap hari ada ribuan meteoroid masuk ke atmosfer, tapi hampir semuanya hancur sebelum sampai ke permukaan.

 

Meteor yang besar dan jatuh ke bumi bisa menimbulkan dampak besar, contohnya meteor yang menyebabkan kepunahan dinosaurus jutaan tahun lalu.

Tidak semua meteor berbahaya. Mayoritas meteor terbakar habis di atmosfer. Hanya meteor berukuran besar yang berpotensi berbahaya jika mencapai permukaan Bumi.

Masyarakat adakalanya menyebut fenomena ini dengan bintang jatuh. Disebut begitu karena terlihat seperti bintang yang meluncur di langit. Padahal, meteor bukan bintang, melainkan batu atau logam dari luar angkasa.

Meteor tetap berpotensi jatuh ke bumi meskipun sangat jarang. Meteor besar terakhir yang menimbulkan kerusakan besar terjadi di Chelyabinsk, Rusia, tahun 2013, meski dampaknya tidak separah meteor purba.

Fenomena meteor adalah salah satu bukti betapa luas dan aktifnya alam semesta. Walau sering disebut bintang jatuh, meteor sebenarnya hanyalah batuan luar angkasa yang terbakar di atmosfer.

Sebagian besar meteor aman karena habis sebelum mencapai bumi, namun beberapa meteorit yang jatuh bisa memberi banyak pengetahuan tentang asal-usul tata surya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#meteoroid #Meteorit #meteor #luar angkasa #bintang jatuh #atmosfer bumi