RADAR TULUNGAGUNG - Pernah dengar cerita hewan menunjukkan perilaku aneh saat akan terjadi benncana alam?
Misalnya, ayam berkokok tak biasa sebelum gempa atau anjing menggonggong tanpa henti menjelang tsunami?
Fenomena ini bukan hal baru. Sejak lama, manusia memperhatikan perilaku aneh hewan yang sering terjadi sebelum bencana alam.
Pertanyaannya, kenapa hewan bisa lebih peka terhadap bencana dibanding manusia? Ternyata ada penjelasan ilmiah yang mendasarinya.
1. Indera Hewan Lebih Tajam
Banyak hewan memiliki pendengaran, penciuman, atau perasaan getaran yang jauh lebih sensitif daripada manusia.
Misalnya, anjing bisa mendengar frekuensi suara tinggi yang tak terdeteksi manusia.
Baca Juga: Bukan Hanya Manusia dan Hewan, Ternyata Tumbuhan Juga Bisa Berkomunikasi
Saat gempa bumi, getaran awal (gelombang P) bisa dirasakan hewan sebelum gelombang utama (gelombang S) muncul.
2. Kemampuan Menangkap Perubahan Lingkungan
Hewan bisa merasakan perubahan kecil pada tekanan udara, kelembapan, hingga medan magnet bumi.
Burung, misalnya, diketahui bisa mendeteksi perubahan pola angin dan elektromagnetik sebelum badai.
3. Naluri Bertahan Hidup
Secara alami, hewan lebih mengandalkan insting untuk bertahan hidup.
Saat mendeteksi sesuatu yang tidak normal, mereka akan langsung bereaksi: melarikan diri, bersuara, atau menunjukkan perilaku gelisah.
Contoh Hewan yang Peka Terhadap Bencana
-
Anjing: Sering menunjukkan gelisah, menggonggong keras, atau mencoba lari sebelum gempa.
-
Burung: Terbang meninggalkan sarang secara tiba-tiba sebelum badai atau erupsi gunung berapi.
-
Gajah: Diketahui berjalan menjauh ke dataran tinggi sebelum tsunami melanda, karena bisa merasakan getaran halus dari dalam tanah.
-
Katak: Beberapa penelitian menemukan katak meninggalkan habitatnya beberapa hari sebelum gempa bumi besar.
-
Ikan: Sering naik ke permukaan atau berenang gelisah ketika ada perubahan tekanan air sebelum gempa bawah laut.
Hewan memang bukan peramal bencana, tapi kemampuan sensorik mereka yang lebih tajam membuat mereka lebih peka terhadap perubahan alam dibanding manusia.
Perilaku aneh hewan bisa jadi “alarm alami” yang patut diperhatikan.
Dengan memahami hal ini, kita bisa belajar bahwa insting hewan juga berperan penting dalam menghadapi bencana.***
Editor : Vidya Sajar Fitri