Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengapa Pelangi Bisa Muncul? Simak Proses dan Penjelasan Ilmiahnya

Siti Fadhilah Salsabila • Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:55 WIB
Pelangi bukan sekadar keajaiban, tapi hasil dari sains alam yang indah.
Pelangi bukan sekadar keajaiban, tapi hasil dari sains alam yang indah.

RADAR TULUNGAGUNG - Pelangi adalah salah satu fenomena alam paling indah yang bisa kita lihat setelah hujan turun.

Banyak orang menganggap pelangi sebagai tanda keindahan alam, bahkan tak jarang dikaitkan dengan mitos dan cerita rakyat.

Tapi sebenarnya, bagaimana pelangi bisa muncul di langit? Apakah hanya karena hujan dan sinar matahari saja?

1. Cahaya Matahari sebagai Sumber

Pelangi tidak akan terbentuk tanpa cahaya matahari.

Sinar matahari yang terlihat putih sebenarnya terdiri dari berbagai warna cahaya yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Warna-warna ini biasa kita kenal sebagai spektrum cahaya.

2. Tetesan Air Hujan sebagai Prisma

Setelah hujan turun, banyak tetesan air yang melayang di udara.

Baca Juga: Lawan Lembap dan Jamur, Tips Jitu Jaga Rumah Tetap Bersih saat Hujan Sering Mengguyur

Tetesan air ini berfungsi seperti prisma, yaitu membelokkan dan memecah cahaya matahari.

Saat cahaya matahari masuk ke dalam tetesan air, cahaya tersebut dibelokkan (dibiaskan) dan dipisahkan menjadi berbagai warna.

3. Pembiasan dan Pemantulan Cahaya

Proses pelangi terbentuk melalui tiga tahapan penting:

4. Sudut Pandang Pengamat

Pelangi hanya bisa terlihat jika posisi pengamat tepat, yaitu dengan matahari berada di belakang dan hujan di depan.

Karena itu, tidak semua orang bisa melihat pelangi di tempat dan waktu yang sama.

Baca Juga: Fenomena Pohon Tumbuh Miring di Slope Point Selandia Baru, Diduga Dipicu Ini

Pelangi sebenarnya berbentuk lingkaran penuh, tapi biasanya kita hanya melihat setengah lingkarannya saja.

Ada pelangi ganda (double rainbow) yang terbentuk dari pemantulan cahaya lebih dari sekali di dalam tetesan air.

Warna pelangi selalu berurutan dan tidak pernah berubah susunannya.

Pelangi bukan hanya sekadar hiasan indah di langit, melainkan juga fenomena alam yang terjadi karena interaksi antara cahaya matahari dan tetesan air hujan.

Melalui proses pembiasan, pemantulan, dan pembiasan kembali, kita bisa menyaksikan keindahan warna-warni pelangi.

Jadi, setiap kali kamu melihat pelangi, ingatlah bahwa itu adalah hasil dari proses ilmiah yang menakjubkan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#hujan #fenomena alam #sains #pelangi