RADAR TULUNGAGUNG - Tikus penidur atau fat dormouse (Glis glis) adalah salah satu hewan pengerat yang terkenal karena kebiasaan tidurnya yang sangat panjang.
Tikus penidur sering dijuluki sebagai “si tukang tidur” dalam dunia hewan, sebab mereka mampu berhibernasi selama berbulan-bulan.
Tidak hanya unik dalam kebiasaan tidurnya, tikus penidur juga memiliki sejumlah fakta menarik yang membuat kehidupan mereka layak untuk dipelajari.
Kebiasaan Tidur yang Sangat Panjang
Salah satu ciri khas utama tikus penidur adalah kemampuan mereka untuk tidur sangat lama. Mereka bisa menghabiskan waktu 6 hingga 7 bulan dalam setahun hanya untuk tidur.
Hal ini dilakukan saat musim dingin tiba, di mana mereka masuk dalam fase hibernasi.
Pada saat itu, tubuh mereka menjadi tidak aktif dan terlihat seolah-olah sedang “mati suri”, padahal sebenarnya hanya beristirahat untuk menghemat energi.
Asal Usul Nama “Fat Dormouse”
Tikus penidur mendapat sebutan fat dormouse karena sebelum memasuki masa hibernasi, mereka akan makan dalam jumlah yang sangat banyak.
Dengan cara ini, tubuh mereka akan menyimpan cadangan lemak yang cukup.
Lemak tersebut kemudian digunakan sebagai sumber energi selama masa tidur panjang, sehingga mereka bisa bertahan hidup tanpa perlu mencari makanan di musim dingin.
Habitat Alami Tikus Penidur
Hewan ini umumnya dapat ditemukan di wilayah Eropa hingga Asia Barat.
Tikus penidur hidup di lingkungan yang memiliki banyak pepohonan seperti hutan rimba, hutan kayu ek, atau daerah dengan vegetasi lebat.
Mereka sering membuat sarang di dalam lubang pohon, celah batu, gua kecil, bahkan kadang memanfaatkan celah bangunan tua untuk berlindung.
Pola Makan yang Beragam
Meskipun namanya tikus penidur, hewan ini sebenarnya tidak termasuk tikus sejati, melainkan bagian dari keluarga dormouse.
Pola makan mereka cukup beragam, mulai dari biji-bijian, kacang-kacangan, buah, serangga kecil, hingga kulit kayu muda.
Pola makan yang fleksibel ini membantu mereka bertahan hidup di berbagai kondisi alam.
Usia Hidup yang Relatif Panjang
Untuk ukuran hewan pengerat kecil, tikus penidur memiliki umur yang cukup panjang.
Di alam liar, mereka bisa hidup sekitar 6 tahun, dan dalam kondisi penangkaran umur mereka bahkan dapat mencapai 9 tahun.
Hal ini menjadikan mereka salah satu hewan pengerat kecil yang berumur panjang.
Proses Hibernasi yang Unik
Hibernasi tikus penidur tidak sekadar tidur biasa.
Selama hibernasi, detak jantung mereka melambat drastis, suhu tubuh menurun, dan aktivitas metabolisme hampir berhenti total.
Dengan cara ini, tubuh mereka dapat menghemat energi dalam waktu lama sehingga mampu bertahan di musim dingin yang ekstrem tanpa perlu keluar mencari makan.
Hewan yang Aktif di Malam Hari
Ketika tidak sedang berhibernasi, tikus penidur termasuk hewan nokturnal atau aktif di malam hari.
Mereka mengandalkan indera penciuman dan pendengaran yang sangat tajam untuk mencari makanan di kegelapan. Sifat ini juga membantu mereka menghindari predator.
Tikus penidur adalah hewan kecil dengan kebiasaan yang luar biasa unik.
Mereka mampu tidur hingga berbulan-bulan lamanya, memiliki kemampuan menimbun lemak sebelum hibernasi, serta hidup dengan pola makan yang beragam.
Selain itu, umur mereka yang relatif panjang untuk ukuran hewan pengerat membuat tikus penidur semakin istimewa.
Kehidupan hewan mungil ini membuktikan bahwa adaptasi alamiah dapat menghasilkan strategi bertahan hidup yang sangat menakjubkan.***
Editor : Vidya Sajar Fitri