RADAR TULUNGAGUNG - Pernah nggak sih kamu merasa kenangan buruk lebih lama membekas dibandingkan kenangan indah?
Misalnya, saat dipermalukan di depan kelas atau gagal mencapai sesuatu, rasa sakitnya bisa bertahan bertahun-tahun.
Fenomena ini bukan kebetulan, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Mari kita bahas kenapa otak manusia cenderung lebih lama mengingat pengalaman negatif.
1. Otak Lebih Sensitif terhadap Kenangan Negatif
Secara evolusi, otak manusia memang dirancang untuk lebih waspada terhadap ancaman.
Menurut penelitian neuroscience, bagian otak bernama amigdala memproses emosi, khususnya rasa takut dan cemas.
Saat kita mengalami kejadian buruk:
Amigdala menjadi lebih aktif. Otak melepaskan hormon stres seperti kortisol.
Kenangan buruk disimpan lebih dalam sebagai “alarm bahaya” untuk masa depan.
Inilah alasan kenapa kenangan buruk sulit hilang, otak ingin melindungi kita dari pengalaman serupa.
2. Hormon Stres Memperkuat Memori Negatif
Ketika mengalami hal buruk, tubuh memproduksi hormon seperti:
Adrenalin → membuat kita lebih fokus pada detail.
Kortisol → memperkuat koneksi antar-neuron pada hippocampus (bagian otak penyimpan memori).
Dampaknya, kenangan buruk direkam lebih jelas dibanding kenangan biasa.
Sebaliknya, kenangan menyenangkan tidak memicu lonjakan hormon yang sama, sehingga otak cenderung menyimpannya lebih samar.
3. Bias Negativitas: Kenangan Buruk Lebih Berkesan
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai negativity bias.
Artinya, otak manusia secara alami memprioritaskan hal-hal negatif karena dianggap lebih penting untuk kelangsungan hidup.
Contohnya:
Satu komentar buruk lebih membekas daripada sepuluh pujian.
Kegagalan di masa lalu sering diingat lebih lama daripada kesuksesan kecil.
4. Dampak Mengingat Kenangan Buruk Terlalu Lama
Terlalu lama “terjebak” dalam kenangan buruk bisa berdampak pada:
Kesehatan mental → memicu stres, cemas, atau depresi.
Kesehatan fisik → meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Kualitas hidup → sulit menikmati momen bahagia karena pikiran terus kembali ke masa lalu.
5. Tips Ilmiah untuk Mengelola Kenangan Buruk
Walaupun sulit dihapus, kenangan buruk bisa dikelola. Beberapa tips yang terbukti efektif:
Latihan mindfulness → fokus pada momen saat ini, bukan masa lalu.
Journaling → menulis pengalaman buruk membantu “melepaskannya” dari pikiran.
Reframing → melihat sisi positif dari pengalaman buruk.
Konsultasi psikolog → jika kenangan buruk memengaruhi kualitas hidup.
Kita cenderung mengingat kenangan buruk lebih lama karena otak bereaksi lebih kuat terhadap pengalaman negatif.
Amigdala dan hormon stres membuat memori buruk tersimpan lebih dalam agar kita belajar dari kesalahan.
Namun, dengan teknik psikologis yang tepat, kita bisa mengurangi dampak kenangan buruk dan hidup lebih tenang.***
Editor : Vidya Sajar Fitri