RADAR TULUNGAGUNG - Pernah nggak sih kamu kepikiran sesuatu terus-menerus sampai sulit tidur? Itu tandanya kamu sedang mengalami overthinking.
Sekilas, memikirkan banyak hal terdengar wajar. Namun, overthinking berlebihan justru bisa mengganggu fungsi otak, meningkatkan stres, dan berdampak buruk pada kesehatan mental.
Yuk, kita bahas fakta menarik tentang overthinking dan efeknya pada otak menurut penelitian ilmiah.
Overthinking Bukan Sekadar Banyak Pikiran
Overthinking bukan hanya “kebanyakan mikir”. Dalam psikologi, overthinking adalah proses memikirkan satu hal secara berulang-ulang tanpa menemukan solusi.
Kondisi ini membuat otak bekerja lebih keras dan memicu ketegangan mental. Akibatnya, alih-alih menemukan jawaban, pikiran malah terjebak dalam lingkaran kecemasan.
Dampak Overthinking pada Struktur Otak
Penelitian menunjukkan, overthinking berlebihan bisa memengaruhi bagian otak tertentu, terutama:
Amigdala → bagian otak yang mengatur rasa takut dan cemas. Saat overthinking, amigdala menjadi lebih aktif.
Korteks prefrontal → bertanggung jawab atas pengambilan keputusan. Overthinking membuat bagian ini kelelahan, sehingga sulit berpikir jernih.
Hippocampus → pusat penyimpanan memori. Stres akibat overthinking bisa membuat hippocampus mengecil, memengaruhi daya ingat.
Overthinking Memicu Hormon Stres
Saat overthinking, tubuh memproduksi lebih banyak kortisol, yaitu hormon stres.
Jika kadar kortisol terlalu tinggi dalam waktu lama, dampaknya bisa serius:
Menurunkan konsentrasi, Membuat cepat lelah, Memicu gangguan tidur, Meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.
Inilah sebabnya orang yang sering overthinking biasanya mudah merasa letih mental dan emosional.
Efek Overthinking pada Kesehatan Fisik
Sakit kepala akibat ketegangan saraf. Gangguan pencernaan karena peningkatan asam lambung saat stres.
Detak jantung tidak stabil akibat aktivitas berlebihan pada sistem saraf simpatik.
Jadi, overthinking bukan cuma “masalah pikiran”, tapi juga bisa memengaruhi kondisi fisik.
Cara Mengurangi Overthinking
Ada beberapa cara ilmiah yang terbukti membantu mengatasi overthinking:
Latihan mindfulness → fokus pada kondisi saat ini tanpa menghakimi.
Journaling → menuliskan pikiran di kertas untuk “melepaskannya” dari kepala.
Olahraga ringan → seperti jalan santai atau yoga untuk meredakan stres.
Batasi konsumsi informasi → terlalu banyak informasi bisa memicu overthinking.
Tidur cukup → otak butuh istirahat untuk memproses pikiran dengan sehat.
Overthinking memang sering dianggap sepele, tapi ternyata bisa mengganggu kesehatan otak dan tubuh.
Dari meningkatnya hormon stres hingga penurunan kemampuan kognitif, dampaknya nyata dan serius.
Dengan memahami faktanya, kita bisa belajar mengontrol pikiran dan menjaga kesehatan mental lebih baik.***
Editor : Vidya Sajar Fitri