Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Burung Merpati Kereru Asal Selandia Baru Sering Bertingkah Seperti Orang Mabuk, Ternyata Ini Penyebabnya

Savina Ayu Wardani • Kamis, 4 September 2025 | 17:25 WIB

Burung merpati kererū (Hemiphaga novaeseelandiae) adalah burung khas Selandia Baru yang memiliki ukuran tubuh besar, bisa mencapai 50 cm dengan berat antara 650–850 gram.
Burung merpati kererū (Hemiphaga novaeseelandiae) adalah burung khas Selandia Baru yang memiliki ukuran tubuh besar, bisa mencapai 50 cm dengan berat antara 650–850 gram.

RADAR TULUNGAGUNG - Burung merpati kereru (Hemiphaga novaeseelandiae) adalah burung khas Selandia Baru yang memiliki ukuran tubuh besar, bisa mencapai 50 cm dengan berat antara 650–850 gram.

Burung merpati kereru ini terkenal dengan bulunya yang indah, bagian kepala dan dada berwarna hijau kebiruan metalik, berpadu dengan ungu berkilau, sementara bagian perutnya putih bersih.

Penampilannya membuat burung merpati kereru menjadi salah satu burung paling mencolok dan mudah dikenali di habitat aslinya.

Bagi masyarakat Maori, kereru memiliki nilai budaya penting dan sering disebut dalam legenda maupun tradisi mereka.

Burung ini dianggap sebagai simbol kelestarian hutan karena perannya yang vital dalam menyebarkan biji tanaman.

Kererū hanya bisa ditemukan di Selandia Baru, sehingga menjadi salah satu satwa endemik yang dilindungi. Kehadirannya sangat penting untuk keseimbangan ekosistem di negara tersebut.

Baca Juga: Burung Kicau di Teras Rumah Tulungagung Hobi yang Tak Pernah Sepi

Tidak seperti burung kecil lainnya, kererū mampu menelan buah berukuran besar secara utuh. Buah-buahan yang mereka makan antara lain miro, karaka, tawa, hingga puriri.

Kemampuan ini sangat penting karena membantu penyebaran biji tanaman besar yang tidak bisa disebarkan burung lain.

Dengan menyebarkan biji dari buah yang mereka makan ke berbagai area, kererū berperan sebagai agen regenerasi hutan.

Tanpa burung ini, beberapa jenis pohon besar di Selandia Baru tidak akan bisa berkembang biak dengan baik.

Saat terbang, kererū menghasilkan suara kepakan sayap yang sangat khas dan keras. Suara ini sering menjadi petunjuk keberadaan mereka di dalam hutan, meskipun burungnya sendiri tidak terlihat.

Baca Juga: Cenderawasih, Burung Cantik Papua dengan fakta-Fakta Unik yang Mendunia

Akibat perburuan, predator yang diperkenalkan manusia (seperti possum dan kucing), serta berkurangnya habitat, populasi kererū pernah menurun drastis. Namun, berkat program konservasi, jumlah mereka kini mulai pulih.

Salah satu perilaku paling unik dari kereru adalah kebiasaannya terlihat seperti mabuk. Hal ini terjadi ketika mereka memakan buah yang sudah terlalu matang dan mengalami fermentasi alami.

Buah yang difermentasi mengandung alkohol, dan saat kereru memakannya dalam jumlah banyak, burung ini akan kehilangan keseimbangan, terbang dengan tidak teratur, bahkan terkadang jatuh dari pohon.

Fenomena ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kereru dan sering diamati oleh penduduk lokal.

Walaupun terlihat lucu dan menggemaskan, kondisi ini bisa berbahaya bagi kereru, karena saat mabuk mereka lebih rentan terhadap predator atau bisa terluka jika jatuh dari ketinggian.

Para peneliti menyebut perilaku ini sebagai “drunken kereru”. Uniknya, meskipun mabuk sementara, burung ini biasanya bisa pulih dengan sendirinya tanpa efek jangka panjang yang berbahaya.

Baca Juga: Tidak Memiliki Bola Mata, Fakta Unik Burung Hantu Si Pemburu Ulung di Malam Hari

Burung merpati kereru adalah satwa endemik Selandia Baru yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem hutan.

Dengan tubuh besar, bulu indah, serta kemampuannya menyebarkan biji buah besar, kererū dianggap sebagai penjaga regenerasi hutan.

Namun, burung ini juga memiliki perilaku unik yang jarang dimiliki burung lain, yaitu sering terlihat mabuk setelah memakan buah fermentasi.

Keunikan inilah yang membuat kereru bukan hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga menarik untuk dipelajari.

Perpaduan antara keindahan, peran ekosistem, dan tingkah laku yang unik menjadikan kererū sebagai salah satu burung paling istimewa di dunia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#selandia baru #kereru #Burung Merpati