Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Hewan Tarsius, Si Primata Kecil Bermata Besar Asli Sulawesi yang Jadi Karnivora Sejati

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 7 September 2025 | 04:30 WIB

Tarsius, primata mungil dari Sulawesi dengan mata super besar yang bikin dunia kagum.
Tarsius, primata mungil dari Sulawesi dengan mata super besar yang bikin dunia kagum.

RADAR TULUNGAGUNG - Indonesia dikenal sebagai rumah bagi berbagai satwa langka, salah satunya adalah tarsius, primata kecil dengan mata besar yang hidup di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya.

Hewan ini sering disebut sebagai salah satu primata paling unik di dunia karena bentuk tubuh dan perilakunya yang berbeda dari monyet atau kera pada umumnya. 

Bahkan, tarsius telah menjadi ikon pariwisata di Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara.

Baca Juga: 10 Fakta Unik Orangutan, Primata Cerdas Asli Indonesia yang Hampir Punah

Tarsius termasuk dalam keluarga Tarsiidae dan dikenal memiliki ukuran tubuh mungil, hanya sekitar 10–15 cm dengan berat 80–160 gram.

Nama “tarsius” sendiri diambil dari tulang pergelangan kaki panjangnya (tarsal bone), yang memungkinkannya melompat jauh antar dahan pohon. Meski kecil, hewan ini dapat hidup hingga 12–20 tahun di penangkaran.

Baca Juga: Misteri Monyet di Makam Ngujang Tulungagung, Benarkah Jelmaan Pesugihan

Ada banyak keunikan yang membuat tarsius begitu menarik untuk dipelajari:

- Mata super besar yang membantu melihat dalam gelap.

- Kepala bisa berputar 180 derajat, mirip burung hantu.

Baca Juga: Alasan Kawanan Monyet Ngujang Tulungagung Menghilang Sebelum Magrib, Juru Kunci Makam Beri Penjelasan yang Masuk Akal

- Tangan dan kaki panjang untuk melompat dengan gesit.

- Telinga sangat peka, mampu menangkap suara serangga kecil.

- Bulu halus berwarna cokelat keabu-abuan yang menyamarkan diri di pepohonan.

Hewan mungil ini umumnya menghuni hutan tropis, hutan sekunder, hingga hutan bambu. Di siang hari, tarsius bersembunyi di pepohonan yang bercabang rapat, sedangkan malam hari digunakan untuk berburu.

Persebarannya meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kepulauan Sangihe, hingga sebagian Kalimantan tenggara.

Tidak seperti primata lain, tarsius adalah karnivora sejati. Makanan utamanya berupa serangga, kadal, hingga burung kecil.

Baca Juga: Kekuatan Superhero Benar-benar Ada di Dunia Nyata, 10 Hewan Berikut Bisa Membuktikannya, Yang Terakhir Sering Jadi Hidangan Lezat

Tarsius juga aktif di malam hari (nokturnal) dan memiliki cara komunikasi unik dengan suara ultrasonik yang tak bisa didengar manusia.

Meskipun dapat hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil, mereka tetap dikenal sebagai hewan soliter.

Indonesia memiliki beberapa spesies tarsius yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain:

Tarsius spectrumgurskyae – Sulawesi Utara.

Tarsius dentatus – Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Mengenal Tikus Penidur, Hewan yang Bisa Tidur selama 7 Bulan

Tarsius tarsier – Sulawesi Selatan.

Tarsius lariang – Sulawesi Barat.

Tarsius pelengensis – Pulau Peleng.

Tarsius pumilus – spesies langka di pegunungan Sulawesi Tengah.

Sayangnya, banyak spesies tarsius kini terancam punah akibat deforestasi, fragmentasi hutan, serta perburuan liar untuk dijadikan hewan peliharaan.

Karena itu, tarsius telah masuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990.

Sebagai primata mungil khas Indonesia, khususnya Sulawesi, tarsius memiliki nilai ekologis sekaligus kultural.

Dengan mata besarnya yang khas, perilaku unik, dan statusnya yang langka, tarsius bukan hanya menjadi daya tarik penelitian dan pariwisata, tetapi juga simbol penting pelestarian satwa di Nusantara. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#primata #satwa langka #sulawesi #Tarsius