RADAR TULUNGAGUNG - Gerhana bulan total di Tulungagung akan menjadi salah satu fenomena langit yang paling dinantikan masyarakat pada Senin (8/9) dini hari.
Fenomena ini diperkirakan bisa disaksikan dengan mata telanjang di berbagai wilayah Tulungagung jika cuaca cerah.
Menurut catatan astronomi, gerhana bulan total di Tulungagung akan berlangsung cukup lama, mulai dari fase penumbra, gerhana sebagian, hingga puncak gerhana total yang jatuh pada sekitar pukul 01.11 WIB.
Tak heran jika banyak warga Tulungagung sudah bersiap mencari lokasi terbuka untuk mengabadikan momen langka ini.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Sarat Beragam Makna Spiritual dan Mitos, Bagaimana dengan Daerahmu?
Rangkaian fase gerhana dimulai sejak Minggu (7/9) malam. Fase penumbra diperkirakan terjadi pada pukul 22.28 WIB, di mana bayangan samar bumi mulai terlihat menutupi bulan.
Setelah itu, sekitar pukul 23.26 WIB, fase gerhana sebagian akan terlihat lebih jelas dengan sebagian permukaan bulan mulai gelap.
Puncaknya, pada Senin (8/9) dini hari sekitar pukul 01.11 WIB, gerhana bulan total mencapai titik maksimum, di mana bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti bumi.
Warna merah tembaga khas “blood moon” kemungkinan besar akan tampak menghiasi langit Tulungagung.
Setelah mencapai puncak, gerhana total akan berakhir pada pukul 01.53 WIB, lalu bergeser kembali ke fase gerhana sebagian hingga pukul 02.56 WIB.
Terakhir, fase penumbra diperkirakan selesai pada pukul 03.56 WIB, menandai berakhirnya keseluruhan fenomena ini.
Dengan durasi yang panjang, masyarakat memiliki cukup banyak waktu untuk menyaksikan perubahan fase demi fase.
Bagi masyarakat Tulungagung, momen gerhana bulan total di Tulungagung ini tidak hanya menarik secara astronomi, tetapi juga kerap dikaitkan dengan tradisi budaya lokal.
Beberapa kalangan masih melestarikan doa atau ritual tertentu ketika gerhana terjadi, sementara kalangan muda lebih antusias menjadikannya momen fotografi.
Lokasi-lokasi terbuka seperti Alun-Alun Tulungagung, area persawahan di pinggiran kota, hingga dataran tinggi seperti kawasan Sendang dan Pagerwojo bisa menjadi pilihan terbaik untuk menyaksikan gerhana dengan pandangan langit yang lebih luas.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Bagian dari Siklus Saros, Apa Itu?
Fenomena ini sekaligus menjadi kesempatan edukasi bagi pelajar, mahasiswa, maupun komunitas astronomi lokal untuk mempelajari pergerakan benda langit secara langsung.
Dengan peralatan sederhana seperti teleskop atau kamera ber-lensa panjang, keindahan gerhana bulan total dapat terdokumentasikan dengan baik. ****
Editor : Dharaka R. Perdana