Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pernah Bertanya-tanya Kenapa Langit Berwarna Biru? Ternyata Ini Penyebabnya

Savina Ayu Wardani • Rabu, 17 September 2025 | 23:44 WIB
Rayleigh scattering atau hamburan Rayleigh adalah fenomena fisika yang menjelaskan mengapa langit terlihat berwarna biru pada siang hari dan mengapa matahari tampak kemerahan saat terbit atau terbenam
Rayleigh scattering atau hamburan Rayleigh adalah fenomena fisika yang menjelaskan mengapa langit terlihat berwarna biru pada siang hari dan mengapa matahari tampak kemerahan saat terbit atau terbenam

TULUNGAGUNG - Rayleigh scattering atau hamburan Rayleigh adalah fenomena fisika yang menjelaskan mengapa langit terlihat berwarna biru pada siang hari dan mengapa matahari tampak kemerahan saat terbit atau terbenam.

Fenomena Rayleigh scattering pertama kali dijelaskan oleh ilmuwan asal Inggris, Lord Rayleigh, pada abad ke-19.

Rayleigh scattering terjadi ketika cahaya matahari melewati atmosfer bumi dan berinteraksi dengan molekul udara atau partikel kecil lainnya.

Cahaya putih dari matahari sebenarnya terdiri dari berbagai panjang gelombang yang membentuk spektrum warna, mulai dari ungu, biru, hijau, hingga merah.

Panjang gelombang cahaya biru lebih pendek dibandingkan cahaya merah.

Karena panjang gelombangnya lebih pendek, cahaya biru lebih mudah dihamburkan ke segala arah oleh molekul udara.

Fenomena ini dapat kita lihat dengan jelas dalam kehidupan sehari-hari.

Pada siang hari, ketika posisi matahari tinggi di langit, cahaya biru tersebar lebih banyak sehingga langit tampak berwarna biru.

Sebaliknya, saat matahari terbit atau terbenam, cahaya harus melewati atmosfer yang lebih tebal.

Dalam kondisi tersebut, cahaya biru dan ungu lebih banyak terhamburkan sehingga yang sampai ke mata kita adalah cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, yaitu merah dan oranye.

Itulah sebabnya matahari tampak kemerahan ketika terbit atau tenggelam.

Selain pada langit, efek Rayleigh scattering juga dapat diamati pada fenomena lain.

Misalnya, warna kebiruan yang terlihat pada asap tipis atau pada lapisan tipis udara di pegunungan tinggi.

Bahkan, fenomena ini juga digunakan dalam penelitian ilmiah, seperti mempelajari atmosfer planet lain dan mendeteksi partikel kecil di udara.

Penjelasan Rayleigh scattering bukan sekadar teori, melainkan sudah terbukti melalui penelitian ilmiah.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas hamburan cahaya berbanding terbalik dengan pangkat empat panjang gelombang cahaya.

Artinya, semakin pendek panjang gelombangnya, semakin kuat cahaya tersebut dihamburkan.

Fakta ini sesuai dengan hukum fisika yang menjelaskan mengapa cahaya biru, yang panjang gelombangnya lebih pendek dibandingkan cahaya merah, lebih dominan dalam langit siang hari.

Rayleigh scattering adalah fenomena ilmiah yang dapat menjelaskan warna langit biru dan matahari yang tampak merah saat terbit atau terbenam.

Fenomena ini terjadi karena perbedaan panjang gelombang cahaya yang dihamburkan oleh molekul udara di atmosfer bumi.

Selain memperindah pemandangan alam, pengetahuan tentang Rayleigh scattering juga bermanfaat dalam penelitian atmosfer dan sains modern.

Fakta dan bukti nyata yang kita saksikan sehari-hari menjadi penguat bahwa ilmu pengetahuan dapat menjelaskan keindahan alam semesta secara logis dan sistematis.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#langit #biru #matahari #cahaya