RADAR TULUNGAGUNG - Publik Tulungagung pada minggu ini dikejutkan adanya peristiwa Paus Balin yang terdampar dalam kondisi mati di Pantai Nglarap, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.
Peristiwa terdamparnya Paus Balin ini terhitung sangat jarang terjadi, mengingat perairan selatan Tulungagung bukan jalur migrasi mamalia laut yang dilindungi ini.
Sebenarnya apa Paus Balin itu? Paus balin adalah kelompok mamalia laut besar yang termasuk dalam subordo Mysticeti.
Ciri khas paus balin adalah keberadaan lembaran-lembaran balin (baleen plates) di rahangnya, bukan gigi seperti pada paus bergigi.
Balin ini berfungsi untuk menyaring plankton, krill, dan ikan-ikan kecil dari air laut sebagai makanannya.
Tubuh paus balin berukuran sangat besar, panjangnya bisa mencapai 7 hingga lebih dari 30 meter tergantung jenisnya, dengan berat yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan ton.
Kulitnya biasanya berwarna abu-abu kebiruan, kehitaman, atau belang putih tergantung spesies.
Sebagai mamalia laut, paus balin bernapas menggunakan paru-paru dan muncul ke permukaan untuk menghirup oksigen.
Mereka juga melahirkan anak dan menyusui seperti mamalia darat. Paus balin hidup di berbagai perairan dunia, terutama laut dalam, namun sering bermigrasi mengikuti ketersediaan makanan.
Paus balin dikenal sebagai salah satu mamalia laut dengan jalur migrasi terpanjang di dunia. Setiap tahun, hewan laut berukuran raksasa ini menempuh ribuan kilometer perjalanan dari perairan dingin di lintang tinggi menuju perairan hangat tropis.
Pada musim panas, paus balin banyak ditemukan di wilayah kutub atau perairan subarktik yang kaya plankton dan ikan kecil, sebagai sumber utama makanan mereka.
Namun saat musim dingin tiba, kawanan paus ini bermigrasi ke wilayah tropis untuk kawin dan melahirkan, karena suhu hangat lebih aman bagi anak paus yang baru lahir.
Baca Juga: Fakta Menarik Isopod: Kutu Laut Raksasa Yang Berperan Penting di Ekosistem Laut Dalam
Salah satu spesies paus balin, yaitu paus bungkuk (Megaptera novaeangliae), tercatat melakukan migrasi paling panjang di antara mamalia, menempuh jarak 5.000 hingga 8.000 kilometer sekali jalan.
Dari perairan Antartika, sebagian populasi bergerak menuju Samudra Hindia dan Pasifik Selatan, bahkan melewati perairan Indonesia bagian timur, seperti Laut Sawu, Laut Banda, hingga Laut Timor.
Meski demikian, perairan Indonesia bukan jalur migrasi utama paus balin. Kemunculan mereka di sekitar Jawa, termasuk Laut Selatan Jawa Timur, biasanya lebih disebabkan oleh faktor arus atau tersesat dari jalur alaminya.
Jalur utama migrasi paus bungkuk umumnya berada di timur Indonesia, di sekitar Nusa Tenggara Timur.
Fenomena migrasi paus balin ini tidak hanya menunjukkan kekuatan adaptasi hewan laut, tetapi juga menjadi indikator penting kesehatan ekosistem laut dunia.
Perjalanan panjang mereka dari kutub hingga tropis menandai siklus alami yang sudah berlangsung selama ribuan tahun.
Fenomena migrasi paus balin ini tidak hanya menunjukkan kekuatan adaptasi hewan laut, tetapi juga menjadi indikator penting kesehatan ekosistem laut dunia.
Perjalanan panjang mereka dari kutub hingga tropis menandai siklus alami yang sudah berlangsung selama ribuan tahun.
Saat ini, semua jenis paus balin dilindungi secara internasional, karena populasinya banyak yang menurun akibat perburuan di masa lalu, perubahan iklim, serta pencemaran laut. ****
Editor : Dharaka R. Perdana