TULUNGAGUNG - Kalau berkeliling ke pelosok Tulungagung, pemandangan jembatan bambu yang membentang di atas sungai kecil bukanlah hal asing.
Bentuknya sederhana, hanya susunan bambu yang diikat kuat, kadang berpagar seadanya, tapi fungsinya sangat penting menjadi penghubung vital antar kampung.
Di balik kesederhanaannya, jembatan bambu punya cerita khas.
Bahan bambu mudah ditemukan di sekitar desa, murah, dan bisa dikerjakan secara gotong-royong oleh warga.
Tak perlu menunggu proyek besar, masyarakat bisa membangun sendiri demi memperlancar akses.
Meski tampak rapuh, jembatan bambu sebenarnya cukup tangguh jika dirawat rutin.
Hampir setiap tahun, warga biasanya memperbarui atau memperkuatnya agar tetap aman dilewati.
Jembatan ini jadi bukti betapa kuatnya budaya gotong-royong di pedesaan Tulungagung.
Selain berfungsi praktis, jembatan bambu juga menghadirkan nuansa khas pedesaan.
Banyak orang justru merasa nostalgik saat melintasinya, seakan dibawa kembali ke suasana kampung tempo dulu.
Jadi, jembatan bambu di Tulungagung bukan sekadar jalan pintas, melainkan simbol kearifan lokal sederhana, bermanfaat, dan lahir dari kebersamaan.***
Editor : Vidya Sajar Fitri